Kamis, November 28, 2019

Indonesia Bisa Jadi Juara Dunia

Aturan Federasi Sepakbola Dunia, FIFA harus dirubah. Sehingga Indonesia lebih berpeluang lolos piala dunia atau bahkan sampai menjadi juara dunia. Inilah pemikirannya.


Eka Tanjung menelurkan gagasan nakal untuk memecah ajang Piala Dunia menjadi empat kelas berdasarkan kelompok berat badan.
Kelas A. max- 60kg
Kelas B. 60-80 kg
Kelas C. 80 - 100 kg
Kelas D. Berat badan bebas Seperti Sekarang.

Mencontoh seperti di Boxing atau Tinju, sehingga Indonesia dengan fisik ideal bisa menjadi juara dunia salah satu kelas FIFA.

Niru Boxing
Dalam Dunia Boxing kita mengenal: Kelas Berat, Kelas Menengah, Kelas Welter, Kelas Ringan, Kelas Bulu dll.  Begiti halnya dengan sepakbola, maka setiap kelas akan melahirkan team juara dunia sepakbola. Sehingga Piala Dunia bisa digelar lebih dari sekali dalam 4 tahun dan dengan kelas yang bisa didominasi Asia. Tentu untuk Piala Dunia versi FIFA namanya tidak harus persis seperti di Boxing.

Sejauh ini dengan jumlah supporter sepakbola di seluruh dunia dan Federasi FIFA dengan anggotanya yang sudah sangat banyak. Sudah lama Eka Tanjung dari Sepakbolanda berfikir keras mencari cara agar ⚽ sepakbola Indonesia bisa maju. Mencari cara bagaimana agar timnas Garuda bisa lolos putaran final piala dunia sepakbola. Mampu bersaing lawan negara-negara besar seperti Brazil, Argentina, Jerman, Spanyol dll.

Tinggi badan rata-rata orang Indonesia.
Bukan hanya masalah nutrisi nasi atau roti, tapi otot dan fisik.
Perbaikan sistem dan perombakan saja tidak mencukupi untuk bisa mengejar ketinggalan fisik.
Struktur otot kita berbeda dengan ras Eropa maupun ras Afrika yang lebih besar. Pembuluh nadi bangsa Asia lebih sempit daripada bangsa otot besar. Sehingga kita ketinggalan kalau urusannya soal ketahanan kerja otot yang intensif dalam waktu yang lama. 2 x 45 menit.

Sudah kerap  tim negara-negara Asia yang lolos putaran akhir Piala Dunia, akhirnya kedodoran di babak kedua. Sebagai contoh Jepang dan Korea yang secara training dan fasilitas, minimal sudan setara dengan Eropa dan Amerika, tapi otot mereka tetap tidak bisa menyamai ras Eropa dan Afrika.

Nah mengingat otot atau fisik kita memang sudah berbeda, maka mustahil kita bisa memenangkan Piala Dunia kalau aturannya masih seperti sekarang. Australia yang kebanyakan pemaiannya ras Eropa, akan terus-terusan lolos Piala Dunia dengan merebut jatah negara lain Asia.

Jadi intinya, Eka Tanjung ingin mengajak kita melihat ke dalam. Menyadari bahwa nasib sepakbola kita saat ini seperti Basket dan Bola Volly, sampai kapanpun sulit untuk menandingi Eropa dan Amerika. Kecuali kalau ada klasifikasi berat atau tinggi badan. Agar semua bangsa berkesempatan menjadi juara dunia.

Sekarang tugas Asia untuk menggugah pemikiran ini dan menyampaikan kepada FIFA. Kecuali FIFA tidak takut kehilangan kepercayaan Asia, maka mereka akan mendengar dan dalam waktu yang tidak lama akan bergeser pemikiran ke arah 4 kelas dalam Piala Dunia sepakbola.

Caranya bagaimana? Itu perlu dibahas dalam Asosiasi Sepakbola Asia, AFC. Mari kita bermimpi namun realistis, jangan hanya bermimpi di siang bolong. 

Tidak ada komentar: