Rabu, April 01, 2020

Mengemudi Kendaraan di Bawah Permukaan Air Laut



Supirsantun tinggal di kota Almere. Jaraknya 25 KM dari Amsterdam. Almere seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Belanda, lokasinya berada di bawah permukaan air laut. Pantas kalau Belanda dijuluki negara mangkok.

Supirsantun Buang Sampah ke Tempat Penampungan Sampah




Eka Tanjung dari Sepakbolanda, masih tinggal di Belanda. Kali ini ada info video mengenai membuang sampah pada tempatnya. Simak Video Youtube ini.

Minggu, Desember 22, 2019

Kamis, November 28, 2019

Indonesia Bisa Jadi Juara Dunia

Aturan Federasi Sepakbola Dunia, FIFA harus dirubah. Sehingga Indonesia lebih berpeluang lolos piala dunia atau bahkan sampai menjadi juara dunia. Inilah pemikirannya.


Eka Tanjung menelurkan gagasan nakal untuk memecah ajang Piala Dunia menjadi empat kelas berdasarkan kelompok berat badan.
Kelas A. max- 60kg
Kelas B. 60-80 kg
Kelas C. 80 - 100 kg
Kelas D. Berat badan bebas Seperti Sekarang.

Mencontoh seperti di Boxing atau Tinju, sehingga Indonesia dengan fisik ideal bisa menjadi juara dunia salah satu kelas FIFA.

Niru Boxing
Dalam Dunia Boxing kita mengenal: Kelas Berat, Kelas Menengah, Kelas Welter, Kelas Ringan, Kelas Bulu dll.  Begiti halnya dengan sepakbola, maka setiap kelas akan melahirkan team juara dunia sepakbola. Sehingga Piala Dunia bisa digelar lebih dari sekali dalam 4 tahun dan dengan kelas yang bisa didominasi Asia. Tentu untuk Piala Dunia versi FIFA namanya tidak harus persis seperti di Boxing.

Sejauh ini dengan jumlah supporter sepakbola di seluruh dunia dan Federasi FIFA dengan anggotanya yang sudah sangat banyak. Sudah lama Eka Tanjung dari Sepakbolanda berfikir keras mencari cara agar ⚽ sepakbola Indonesia bisa maju. Mencari cara bagaimana agar timnas Garuda bisa lolos putaran final piala dunia sepakbola. Mampu bersaing lawan negara-negara besar seperti Brazil, Argentina, Jerman, Spanyol dll.

Tinggi badan rata-rata orang Indonesia.
Bukan hanya masalah nutrisi nasi atau roti, tapi otot dan fisik.
Perbaikan sistem dan perombakan saja tidak mencukupi untuk bisa mengejar ketinggalan fisik.
Struktur otot kita berbeda dengan ras Eropa maupun ras Afrika yang lebih besar. Pembuluh nadi bangsa Asia lebih sempit daripada bangsa otot besar. Sehingga kita ketinggalan kalau urusannya soal ketahanan kerja otot yang intensif dalam waktu yang lama. 2 x 45 menit.

Sudah kerap  tim negara-negara Asia yang lolos putaran akhir Piala Dunia, akhirnya kedodoran di babak kedua. Sebagai contoh Jepang dan Korea yang secara training dan fasilitas, minimal sudan setara dengan Eropa dan Amerika, tapi otot mereka tetap tidak bisa menyamai ras Eropa dan Afrika.

Nah mengingat otot atau fisik kita memang sudah berbeda, maka mustahil kita bisa memenangkan Piala Dunia kalau aturannya masih seperti sekarang. Australia yang kebanyakan pemaiannya ras Eropa, akan terus-terusan lolos Piala Dunia dengan merebut jatah negara lain Asia.

Jadi intinya, Eka Tanjung ingin mengajak kita melihat ke dalam. Menyadari bahwa nasib sepakbola kita saat ini seperti Basket dan Bola Volly, sampai kapanpun sulit untuk menandingi Eropa dan Amerika. Kecuali kalau ada klasifikasi berat atau tinggi badan. Agar semua bangsa berkesempatan menjadi juara dunia.

Sekarang tugas Asia untuk menggugah pemikiran ini dan menyampaikan kepada FIFA. Kecuali FIFA tidak takut kehilangan kepercayaan Asia, maka mereka akan mendengar dan dalam waktu yang tidak lama akan bergeser pemikiran ke arah 4 kelas dalam Piala Dunia sepakbola.

Caranya bagaimana? Itu perlu dibahas dalam Asosiasi Sepakbola Asia, AFC. Mari kita bermimpi namun realistis, jangan hanya bermimpi di siang bolong. 

Sabtu, April 13, 2019

Pelatih Keturunan Indonesia, Siap Hadapi Ajax di ArenA.


Pada hari pemilu Indonesia di Belanda, 13 April 2019, pelatih keturunan Indonesia siap menghadapi Ajax Amsterdam. 


Ajax Amsterdam menjamu Excelsior Rotterdam di Stadion Johan Cruijff ArenA dalam Liga Belanda Eredivisie. Bagi Ajax, pertandingan lawan team papan bawah ini sangat penting. Karena formasi Amsterdam ini sedang bersaing dengan rival PSV Eindhoven untuk posisi teratas Liga De Eredivisie. Ajax ingin sebanyak mungkin mengunggguli skuad Kota Lampu Eindhoven dengan mengemas goal sebanyak mungkin.

Namun demikian, pelatih Excelsior, Ricardo Moniz siap memberikan kejutan. Ajax tidak akan mudah menang begitu saja, walau di kandang sendiri. Excelsior jelas bertandang ke Stasion ArenA bukan untuk menjadi samsak. Tetapi mereka ingin memberikan perlawanan berarti.

Bagi Excelsior, hasil di Amsterdam ini penting untuk melepaskan diri dari posisi bawah di zona degradasi. Sekaligus pertandingan ini merupakan penampilan perdana bagi pelatih Moniz, membesut tim eredivisie.

Lebih penting lagi, karena Ricardo Moniz adalah keturunan Indonesia dan Suriname. Ibunya sangat fasih berbahasa Indonesia.

Menyadari bahwa Excelsior bukan kaliber Juventus, tetapi Excelsior akan memberikan perlawanan yang berarti. Bermain sebagai under dog, Moniz bisa memberi perlawanan berarti.

Kita tunggu hasilnya. #supirsantun pernah membuat tulisan tentang pelatih Ricardo Moniz yang keturunan Indonesia dan punya kualitas mumpuni. 

Kamis, Agustus 16, 2018

Duel Pelatih Keturunan Indonesia di Medan Laga Eropa



Kamis malam 16 Agustus 2018 ini, berlangsung laga penentuan babak ketiga kualifikasi UEFA Europe League. Giovanni van Bronckhorst dan Ricardo Moniz, dua pelatih keturunan Indonesia akan berhadapan sebagai pembesut tim Feyenoord Rotterdam dan Trencin Slowakia. 


Eka Tanjung dari Sepakbolanda senang menyaksikan duel level Eropa ini. Inilah bukti bahwa keturunan Indonesia masih memiliki kiprah berarti di luar negeri. Indonesia masih eksis di Eropa.

Giovanni van Bronckhorst

Giovanni van Bronckhorst selaku coach tim tuan rumah, malam ini harus bekerja ekstra keras. Sebelumnya Eka Tanjung sempat menulis tentang Giovanni van Bronckhorst. [Gio Siap Besut Feyenoord]

Kali ini timnya berada dalam posisi ketinggalan agregat 0-4. Ketika main kandang menelan pil pahit. Secara mengejutkan dipukul telak pada laga pertama pekan lalu. Cuplikan pertandingan bisa disaksikan di video bawah ini:



Sebaliknya, Ricardo Moniz  keturunan Indonesia, Belanda dan Suriname ini merupakan pelatih berpengalaman. Ricardo yang kebetulan juga kelahiran Rotterdam, bisa lebih nyaman mempoles tim Trencin Slowakia, tampil lebih trengginas dan efektif.  Dengan keunggulan 4-0 di pertandingan pertama, maka hampir bisa dipastikan pelatih yang punya pengalaman segudang ini bisa membawa timnya lanjut ke kualifikasi putaran ke-4, EUFA Europa League. 
Jika kawan ingin mengetahui sosok Ricardo Moniz bisa membaca ulasan sepakbolanda: [Inilah Pelatih yang Cocok untuk Timnas Indonesia.]

Moniz = Wiel Coerver + Totaal Voetbal
Ricardo Moniz
Tugas Berat Gio
Berkat tuaian laga kandang yang berujung 4 gol tanpa balas, maka AS Trencin hampir bisa dipastikan akan melajut ke babak berikutnya. Sementara Giovanni van Bronckhort dengan Feyenoord didukung fans fanatik yang memenuhi stadion De Kuip Rotterdam itu akan berusaha keras mengejar ketinggalan 4 goal. Berbeda dengan laga tandang, kali ini di Rotterdam, Robin van Persie akan diturunkan.

Jembatan Erasmus, icon Rotterdam

Matan ujung tombak Arsenal ini diharapkan bisa meningkatkan daya gedor tim Kota Pelabuhan Belanda yang indah itu. 

[Van Persie Bukan Keturunan Indonesia]

Tampaknya Feyenoord malam ini akan berusaha keras mengejar ketinggalan, namun jika melihat materi pemain dan kebugaran mereka dan kualitas Mr. Moniz. Maka Eka Tanjung dari Sepakbolanda bisa menduga, Feyenoord akan tersingkir dengan hormat.



NB: Penulis adalah pengamat sepakbola keturunan Indonesia di Eropa. Dan sekaligus pemilik Biro Perjalanan Berbahasa Indonesia di Eropa. [Serbalanda Tour, Sahabat Wisata Eropa].

Bisa dikontak di:



Cube Houses Rotterdam.