Selasa, September 05, 2017

Erick Thohir Diisukan Minati Klub Liga Tertinggi Belanda

Mantan pemilik klub raksasa Italia, Inter Milan berminat ambilalih klub liga teratas Belanda. Demikian bunyi judul pemberitaan berbagai media online Belanda. Mereka mendapat informasi bahwa Erick Thohir, orang kaya Indonesia ini ingin membeli saham terbanyak klub NAC Breda.

Berita ini bersumber dari media lokal. Omroep Brabant, yang punya bocoran dari orang dalam klub di Breda itu. Disebutkan bahwa perusahaan investasi International Sports Capital milik taipan dari Indonesia Erick Thohir, tertarik pada klub Eredivisie.

Klub dan Stadion
Disebutkan pula bahwa mantan pemilik klub Italia, Internazionale, itu selain tertarik untuk memiliki NAC sebagai klub, juga tertarik pada stadion Rat Verlegh yang beradres di Stadionstraat 23, 4815 NC Breda itu.

Pemda Senang
Menurut Sepakbolanda, minat mengambilalih stadion Rat Verlegh itu disambut baik pemda Breda. Sebab pemerintah daerah Breda ingin segera lepas dari posisi, 'terpaksa' menjadi pemilik stadion berkapasitas 19.000 kursi, sejak 2003 itu. Pemerintah sudah merasa terlalu lama terbebani beaya pemeliharaan stadion.  Di Belanda jika klub mengalami masalah finansial maka pemda menjadi tempat mengadu untuk menjadi penyelamat sementera.

Pemda ingin segera lepas dari beban dana mengurusi stadion yang menjadi markas NAC. Jika semuanya lancar, diharapkan sebelum akhir tahun ini International Sports Capital HK Limited menjadi pemilik stadion yang tergolong megah itu.
Thohir Pertama
Sejatinya perusahaan Erick Thohir bukan satu-satunya yang pernah meminati stadion Rat Verlegh. Sebelumnya ada lima perusahaan dari Belanda sendiri yang juga melirik komplek stadion itu. Namun baru perusahaan milik Thohir lah yang berminat ambil baik Stadion maupun Klub NAC sekaligus.

Pemilik Saham
Hal ini menimbulkan effek kebakaran jenggot di kalangan pemilik saham klub yang pernah menampung Joey Suk, pemain keturunan Indonesia itu. Para pemilik saham klub ini, disinyalir menolak mentah-mentah menyerahkan kepemilikannya. Bagi Serbalanda tidak jelas, sikap jual mahal ini bisa diartikan sebagai ingin penawaran yang besar. Atau memang tidak mau melepas kepemilikan.

ADO Den Haag China
Sejatinya Erick Thohir bukan satu-satunya taipan Asia yang membeli saham di atas 50% dari klub sepakbola. Sebelumnya United Vansen International Sports Co milik pengusaha China, Hui Wang sejak Juni 2014.

Apakah 3 tahun kemudian, NAC Breda akan menjadi klub kedua yang jatuh ke tangan Asia? Masih perlu kita nantikan bersama. Di balik layar terjadi rembukan, nego dan lainnya. Sepakbolanda melihat sisi positifnya saja dari rencana Erick Thohir mengambilalih klub papan bawah Eredivisie ini. Klub ini lebih realistis jika dijadikan tempat menempa bakat-bakat muda dari Indonesia.

Bakrie Group Visé Belgia
Sebenarnya kalau soal investasu perusahaan milik Indonesia di sepakbola Eropa sudah terjadi sejak Bakrie Group, membeli klub Belgia, CS Visé . Empat pemain Indonesia sempat mendapat kesempatan unjuk diri di podium Eropa. Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, Yandi Sofyan dan Yericho Christiantoko. Bahkan Ruben Wuarbanaran, pemain keturunan Indonesia di Belanda juga pernah menjadi pemain pinjaman di Visé selama setengah tahun. Sebelum Bakrie Group akhirnya melepas klub Belgia itu tahun 2014.  

Bakat Indonesia
Lebih mudah menampilperdanakan bakat Indonesia di Breda daripada di Internationale yang lebih bergengsi dan menjadi sorotan tajam publik. Sudah lah  NAC cocok sekali sebagai tempat menorehkan sejarah: Sudah Lama kita Menanti sebuah judul berita:  "Pemain Indonesia Lakoni Laga Debut di Liga Eropa."

Semoga Segalanya Lancar!
Posting Komentar