Selasa, Mei 10, 2016

Berita Keturunan Indonesia di Belanda

Di akhir kompetisi 2015-2016 ini banyak berita bermunculan dari para pemain sepakbola #keturunan Indonesia di Belanda. Menarik mengamati praktisi sepakbola yang merupakan aset penting Indonesia di luar negeri. Radja Nainggolan, Jason Oost, Ricardo Moniz, Kenny Tete, Thom Haye, Navaronne Foor


Radja Nainggolan (08/05/2016) mencetak gol pembukaan kemenangan AS Roma, 3-0 atas Chievo Verona. Pertandingan ini istimewa bukan karena kemenangannya tapi karena Francesco Totti legendaris klub Roma itu memainkan cap ke 600nya untuk AS Roma.

Prestasi gemilang yang dipamerkan gelandang keturunan Batak Belgia itu luar biasa di AS Roma. Dia bahkan menjadi sorotan klub-klub besar. Di antaranya Chelsea. Selain itu Radja akan menjadi satu-satunya pemain keturunan Indonesia yang berlaga di Euro 2016 di Prancis.


Jason Oost didapuk menjadi pahlawan FC Almere City setelah mencetak hattrick pada laga tandang di play-off promosi degradasi. Berkat tiga goal yang diciptakan pemain keturunan Indonesia ini maka Almere City melaju ke babak final dan bertemu dengan Willem II untuk menentukan siapa yang berhak mendapat satu kursi di liga tertinggi Belanda de Eredivisie. Sebagai apresiasi kepada permainan baiknya, Jason Oost ditawari perpanjangan kontrak di kota Almere. Selamat Jason!

Ricardo Moniz, pelatih ulung keturunan Indonesia ditunjuk sebagai pelatih baru FC Eindhoven. Ricardo diharapkan bisa membawa klub kecil Eindhoven itu dari liga dua ke liga tertinggi di Play-off. Untuk mencapai target itu FC Eindhoven harus mengalahkan FC Volendam. Ricardo dikenal sebagai pelatih yang punya visi tersendiri. Dia masih memiliki asa dan kepedulian pada Indonesia.

"Suatu saat saya akan melatih timnas Indonesia untuk membangkitkan sepakbola di negeri leluhur saya."Ricardo Moniz kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda tahun lalu. Moniz menandatangani kotrak di Eindhoven untuk dua musim. Sebelumnya dia berpengalaman panjang sebagai pelatih Notts County, Red Bull Salzburg dan 1860 M√ľnchen.

Kenny Tete, bek kanan Ajax Amsterdam keturunan Indonesia. Ia dipandang sebagai talent yang bakal menjadi besar. Tidak mengherankan jika bek muda ini dikaitkan dengan klub juara Liga Jerman, Bayern Munchen. Klub ini konon melihat Kenny Tete sebagai penerus Philipp Lahm yang akan segera gantung sepatu.

Thom Haye, kemungkinan meninggalkan AZ. Kontrak gelandang cerdas keturunan Indonesia ini tidak diperpanjang. AZ sendiri sebenarnya ingin mempertahankan putra klub berusia21 tahun ini, namun perundingan dihentikan karena tidak mencapai kata sepakat.

Kepergian Haye berarti bagi AZ perpisahan dengan anak didik hasil pembibitan di Akademi AZ yang sudah memulai sepakbola sejak usia 11 tahun. Musim lalu Thom Haye bermain 25 kali untuk  AZ dan mencetak satu goal.

Nasib Navarone Foor juga masih belum menentu. Keturunan ini nampaknya juga akan meninggalkan NEC Nijmegen mencari tantangan yang lebih besar di klub yang lebih besar juga. Kita nantikan saja apakan Nav bisa mendapatkan klub-klub yang dinantikan. Gelandang NEC ini sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Bisa mendongkrak kualitas sepakbola Indonesia. Kalau ada Dwi Kewarganegaraan, diyakini sepakbola Indonesia akan mendapat suntikan luar biasa.