Sabtu, Maret 12, 2016

Yussa Nugraha, Akhirnya Tak Berdaya!


Yussa Nugraha, anak Nusukan Solo yang saat ini bermain liga di Belanda bersama klub SC Feyenoord terpaksa istirahat karena cedera kaki yang tak kunjung sembuh. Nothing is Impossible Son!


Otot Robek
Karena sudah beberapa pekan berjalan dan dia tetap menjalankan kegiatan sepakbola, keluhan kakinya tidak kunjung berkurang. Karena terus mengeluhkan sakit akhirnya ia pergi ke Radiolog, dokter Rumah Sakit menggunakan sinar-X memeriksa telapak kaki kanan bocah kelahiran 21 Maret 2001. Dokter tidak menemukan retak atau tulang patah pada kakinya. Namun ada otot yang robek ringan.

"Kemarin saya ke Radiolog dan di foto sinar-x. Hari ini mendapat hasilnya. Untung saja tidak ada yang patah, hanya sedikit ada otot yang robek."

Sebuah cedera yang lumrah dialami setiap pemain sepakbola. Sepakbolanda melihat sendiri Yussa pada event seleksi bakat 3 Maret lalu untuk akademi profesional, kakinya diganjal dengan bantalan kecil untuk menahan rasa sakit.

Yussa, Adam, Eka, Aldo dan Nicho


Saran Kenneth
Ketika itu sepakbolanda dan Kenneth Butter sebagai mental coach dan scout TanjungPro terperanjat dengan Yussa yang tetap ingin bermain di ajang seleksi itu dengan kondisi yang kurang baik. Oom Kenneth menganjurkan agar Yussa sementara berhenti main sepakbola dan pergi ke dokter. "Kalau kamu ingin jadi pemain profesional. Please Act Like Prof Too!"

Berperilakulah sebagai profesional. Bagi Kenneth yang sudah sukses membimbing Kevin Strootman, Giorginio Wynaldum dan Anwar El Ghazi, mengatakan bahwa "kita harus mendengarkan badan kita."



Orang tua atau pembimbing berkewajiban menyarankan anak didiknya untuk tidak memaksakan diri. Kenneth yang sudah puluhan tahun berpengalaman soal bimbingan bakat itu mengatakan,

"jangan hanya mendengar nafsu dan keinginan anak saja. Tapi lihat pula kondisi yang sesungguhnya. Sebab anak itu walaupun kakinya patah, tetap ingin terus main bola. Kita orang dewasa harus mengingatkan, bahaya kalau badan dipaksa."

Ikut Lega
Eka Tanjung dari Sepakbolanda ikut lega, mendengar kabar Yussa Nugraha akan istirahat dari main sepakbola selama satu sampai dua pekan. Itu adalah anjuran dari dokter. Lalu bagaimana kalau ada kesempatan untuk unjuk kemampuan seperti undangan trial yang diterima Yussa belakangan ini?

Menjawab pertanyaan itu Kenneth Butter, pemburu bakat keturunan Indonesia itu memberikan saran agar bijaksana. "Lebih baik Yussa jujur saja kepada coach yang mengundang dan mengujinya. Katakan sedang cedera. Jangan dipaksakan main."

Aldo, Adam, Kenneth, Yussa, Edi, Nicho, Theny dan Mama Susi.


Peringataan itu bukan tanpa alasan, kata prioa kelahiran Plaju Sumsel itu
"Percuma saja kita unjuk kebolehan kalau sedang cedera. Toh kita tidak akan bisa memberikan 100% kemampuan kita. Sedangkan untuk bisa terjaring seleksi, kamu harus bisa berprestasi 150%."

Jadi Parah
Dengan istirahat selama dua pekan ini Yussa diharapkan bisa rest dan memberi kesempatan badannya pulih, agar bisa berprestasi lebih baik. Sebab cedera tidak akan sembuh kalau dipaksakan. Adanya hanya akan menjadi lebih parah.

Nothing is impossible my friend,”
Dalam pesannya kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda, Yussa mengatakan bahwa dirinya terpaksa harus melewatkan trial ke tiga dan terakhir di Akademi NAC Breda. "Sayang saya tidak bisa ikut trial terakhir di NAC. Tapi saya tetap optimis dan menikmati sepakbola."


Ronaldo
Untuk situasi Yussa saat ini. Dan bagi kawan-kawan lain yang sedang kurang mujur dalam sepakbola. Mari kita memperhatikan one liner yang kerap diungkap Jorge Mendes, manajer Cristiano Ronaldo, CR7. Sang manajer bintang Real Madrid itu selalu bilang  Nothing is impossible my friend.   Itu pula yang ingin Sepakbolanda katakan kepada Yussa Nugraha saat ini. "Nothing is Impossible Son!"