Selasa, Januari 12, 2016

Berita #keturunan: John Heitinga Kurang Beruntung di Ajax Amsterdam.

John Heitinga kurang mujur pada musim kompetisi 2015-2016 ini. Kepindahan dari Herta BSC Bundes Liga ke Ajax Amsterdam ternyata tidak seperti yang diharapkan.


John Heitinga #keturunan Indonesia membubuhkan tanda tangan ke lembaran kontrak pada Juni 2015, untuk dua musim di Ajax Amsterdam sampai paroh 2017. Setelah tujuh musim bermain di luar negeri, Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Hertha BSC pemain keturunan Pulau Belitung itu kembali ke klub asalnya.



Anak Jakarta
Harapannya salah satu pemain kesayangan fans Ajax ini bisa memberikan suntikan pengalam bagi para pemain muda di Ajax. Frank de Boer pelatih Ajax, fans dan tim muda memiliki harapan itu. Namun sampai dengan paroh musim, setelah enam bulan di Amsterdam, pemain yang juga memiliki darah Jakarta itu belum banyak diturunkan.


Kepulangan Heitinga ke Ajax disejajarkan dengan kembalinya Dirk Kuyt ke klub rival, Feyenoord Rotterdam. Sama-sama sudah usia 30+ tapi faktanya Kuyt masih bugar dan bermain sangat baik. djenol

Fisik Lemah
Beberapa pekan lalu, Frank de Boer secara terang-terangan menyebutkan bahwa Heitinga tidak memenuhi harapan semula. Bukan persoalan pengalaman, tapi lebih karena kondisi fisiknya. Bek kanan yang sudah 87 kali memperkuat timnas Belanda itu, sudah mengalami kemunduran. Di usianya yang ke 33, kelahiran 
15 November 1983 tidak lagi segesit rekan-rekan mudanya.

Selain itu pelatih Ajax, juga melihat bahwa pemain muda yang menduduki posisinya. Joel Veltman dan Mike van der Hoorn di Center. Kenny Tete dan Richardo van Rhijn di kanan bermain bagus. Apalagi Tete, yang juga keturunan Indonesia itu tampil sangat bagus.

Bersabar
Untuk saat ini John Heitinga harus bersabar dan tetap mempertahakan kebugaran fisik semaksimal mungkin. Walaupun itu secara mental sangat berat, tetap harus dijalani. Kontraknya masih jalan sampai paroh 2017.

Menyerap Ilmu
Saran Sepakbolanda kepada John Heitinga adalah, terus berusaha keras dan menyerap lilmu sepakbola yang ada. Dengan pengalaman panjang di timnas Belanda, di liga-liga besar dunia akan tetap menjadi modal yang tak terhapuskan. 

Kontribusi Indonesia
Sekarang fokuskan pada menyerap ilmu menjadi pelatih yang baik. Dikelilingi pemain-pemain besar seperti Frank de Boer, Dennis Bergkamp dan semua di Ajax akan memberikan banyak masukan ilmu menjadi pelatih yang bagus.  Selamat belajar John! Kami tunggu kontribusimu untuk Indonesia!!
Posting Komentar