Rabu, September 30, 2015

Belanda, Negara Paling Cocok untuk Bakat Indonesia

Banyak bakat Indonesia mencari pendidikan sepakbola ke Eropa. Belanda merupakan salah satu tujuan favorit karena memiliki sarana dan prasarana pendidikan sepakbola usia dini yang tertata. Eka Tanjung melihat minimal ada lima nilai plus Belanda dibanding negara-negara lain.

Sistem Jelas
Belanda menerapkan sistem sepakbola yang jelas. Dua pola dasar yang dikembangkan Johan Cruyff dan Wiel Coerver menjadi acuan dan warna tersendiri bagi permainan sepakbola khas Belanda. Kita sering mendengar istilah "Totaal Voetbal" yang bersumber di Belanda. Hingga saat ini sistem itu mengilhami sukses timnas Spanyol dan FC Barcelona.
Cruyff_Eka
Fasilitas Lapangan
Di Belanda terdapat 3200 klub amatir dengan fasilitas lapangan dan pelatihan yang memadai. Lapangan rumput dan sintetis yang bagus dan terawat dengan baik. Setiap kawan dari Indonesia yang menyaksikan fasilitas sepakbola di klub-klub Belanda, selalu berdecak kagum.
"Wuih bagus banget lapangannya. ada 6 lapangan sintetis dan rumput alam yang sangat terrawat."
Bahasa Inggris
Hampir setiap pemain dan pelatih sepakbola di Belanda mengerti dan bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Sehingga pemain asing yang belum memahami Bahasa Belanda, tetap bisa berpartisipasi dalam pelatihan maupun main liga kompetisi. Sementara itu di negara-negara lain pemain dan pelatih terkadang kesulitan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Mengingat pentingnya komunikasi dalam sepakbola, maka hambatan bahasa bisa berpengaruh pada prestasi individu maupun team. Pemain asing akan merasa terkucilkan bila tidak bisa mengungkapkan perasaannya dan merasa tidak dimengerti.
Keturunan Indonesia
Pemain dari Indonesia tidak perlu cemas merasa terasingkan di klub sepakbola di Belanda. Sebab jejak hubungan sejarah Belanda dan Indonesia selama tiga ratusan tahun, masih tampak juga di masyarakat dan juga di sepakbola. Hampir di setiap klub amatir maupun profesional Belanda terdapat pemain, pelatih, staf, pengurus atau scout #keturunan Indonesia. Eka Tanjung sudah menyaksikan dan membuktikannya sendiri.
Di Belanda lebih sulit menemukan klub yang tidak memiliki #keturunan Indonesia daripada yang ada #keturunan Indonesianya. (djenol)

Suk Lilipaly Houtkoop
Suk Lilipaly Houtkoop
Makanan Indonesia
Eka Tanjung, sebagai penyuka makanan tradisional Indonesia merasa betah tinggal di Belanda. Walau sudah 30 tahun berdomisili di Belanda namun lidah masih tetap Gunung Kemukus. Hampir semua bahan makanan Indonesia bisa didapat di setiap kota. Tahu, Tempe, Ikan Asin, Jengkol, Daun Singkong, Sambal Goreng, Pecel, Mie Ayam, Mie Kocok, Rendang tersedia dimana-mana. Pemain dari Indonesia tidak perlu risau dan cemas soal makanan Indonesia.

Di Belanda ini makanan Indonesia sangat populer. Di supermarketpun banyak tersedia makanan siap saji. 
2015-09-24 19.19.17
Jarak Sepeda
Anak-anak Belanda biasa menggunakan sepeda ke sekolah dan ke latihan sepakbola. Menggayuh sepeda sangat sehat. Selain karena Belanda memiliki jalan khusus sepeda, juga karena permukaan negaranya datar. Ditambah dengan ukuran negara yang hanya sebesar propinsi Jawa Tengah maka lokasi sangat berdekatan.  Eka Tanjung selalu menikmati pemandangan indah, ketika menyaksikan puluhan pemain sepakbola cilik usia 7 tahunan, berduyun-duyun menggayuh pedal sepeda di jalan khusus sepeda menuju ke training di klub.


2015-09-24 09.31.21Ibadah
Hal penting dalam kehidupan orang Indonesia adalah beribadah dan berdoa. Belanda memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk menjalankan ibadah menurut keyakinan masing-masing. Hal itu terlihat banyaknya tempat ibadah bagi semua agama. Gereja dan masjid bisa ditemukan di setiap kota besar dan kecil.

Pemain sepakbola Indonesia bisa menjalankan Sholat Ied Fitr atau Natalan di tempat ibadah yang tersedia dengan komunitas Indonesia.
Sepakbolanda siap memberikan informasi dan bimbingan bagi bakat yang ingin mengikuti pendidikan dan berkompetisi di liga resmi KNVB di Belanda.
Eka_Tanjung_Kontak_600