Selasa, Juli 07, 2015

Berita #Keturunan Indonesia di Ajax

Ajax Amsterdam merupakan klub Belanda yang menampung paling banyak pemain #keturunan #Indonesia. Baik di tim utama maupun di tim junior nya. 

Musim kompetisi 2015-2016 ini Ajax Amsterdam memiliki minimal 5 pemain #keturunan. John Heitinga, Jairo Riedewald, Kenny Tete, Darren Sidoel dan Ezra Walian. Simon Tahamata pelatih teknis Ajax Junior.



Darren Sidoel menandatangani kontrak 3 tahun sampai paroh 2018 di Ajax. Tawaran muncul setelah prestasi yang memuaskan sepanjang tahun. Bek kanan ini dinilai sangat solid menjaga lini. Khususnya untuk bola bawah, dia sangat tangguh melumpuhkan lawan.



John Heitinga sudah bergabung dengan Ajax yang sedang menjalani pemusatan latihan di Austria mempersiapkan kompetisi baru. Keturunan Indonesia ini, direkrut ke Amsterdam sebagai tenaga berpengalaman yang bisa menjadi faktor stabil atau panutan di skuad Ajax yang secara rata-rata usia masih muda. Frank de Boer, pelatih Ajax menyatakan gembira dengan kehadiran pemain berpengalaman seperti Heitinga. "Dia sangat profesional dan bisa membimbing para pemain muda. Seperti Jaap Stam dahulu di Ajax."



Jairo Riedewald, pemain keturunan Indonesia di Ajax ini juga sudah menjadi salah satu pemain penting di skuad asuhan Frank de Boer. Riedewald kelahiran 9 September 1996 di Haarlem itu baru memperpanjang kontrak di Ajax sampai 30 Juni 2019. Perpanjangan kontrak ini bisa diartikan bahwa Ajax memberi kepercayaan pada keturunan Indonesia ini.

Sementara itu Simon Tahamata, sudah sejak awal musim lalu menjadi pelatih di Junior di Ajax. Sebelumnya pemain keturunan Indonesia ini kepada Sepakbolanda mengatakan bahwa dia sangat mendukung jika para pemain #keturunan Maluku Belanda, memikirkan untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Pemikiran ini sangat menarik karena, sebelumnya banyak kalangan Maluku yang masih ragu tentang partisipasi dengan timnas Indonesia.  Ungkapan oom Simon ini membuka kesempatan bagi generasi muda Maluku Belanda untuk memikirkan masa depan sepakbola bukan saja di Belanda tapi juga di Indonesia.



Ezra Walian saat berita ini diturunkan sedang menggelar clinic di Jakarta. Seperti dua tahun sebelumnya Ezra yang didampingi Glenn Walian sang ayah memberikan pelatihan teknik kepada beberapa anak dari panti Asuhan Mama Sayang di Jonggol dan di Jakarta. Beberpa hari mendatang mereka akan melanjutkan bagi ilmu dan bermain bersama dengan anak-anak remaja di Bandung.

Ezra ceria bersama anak-anak menuju ke lapangan.

Sementara itu Kenny Tete, pemain keturunan Indonesia di Ajax yang menurut penilaian Eka Tanjung, paling mampu berbahasa Indonesia paling baik. Setelah berbicara dengan Kenny dalam sebuah kesempatan usai pertandingan kompetisi, dia memang mampu berbicara lancar Bahasa Indonesia. Kenny Tete prestasi nya di Ajax semakin mantap. Bahkan banyak kalangan menilai Bek Kanan Ajax keturunan Indonesia ini menggeser posisi Richardo van Rhijn, yang selama ini jadi lini pertahanan yang solid. Tapi pada laga persiapan di Austraia, Tete dipasang sebagai pemain utama.
Bulan April 2015, Kenny Tete perpanjang kontrak di Ajax sampai 30 Juni 2018. Pada penandatanganan kontrak, hadir pula orang tua dan saudara Kenny. Ibunya tampak jelas sebagai wanita Indonesia.

Pic: Ajax.nl