Minggu, Juni 14, 2015

Pemain #Keturunan Indonesia 'Biang' Kekalahan Belgia

Belum sepekan pemain #keturunan ini disanjung sebagai bintang baru timnas Belgia, Radja Nainggolan berubah menjadi biang kekalahan 1-0 dari Wales pada laga penting.


Kekalahan tandang Belgia ke Wales, 12 Juni lalu dipandang sebagai salah satu titik nadir karir sepakbola Radja Nainggolan di timnas Belgia. Pekan Radja menjadi pemain yang penting pada kemenangan 4-3 laga persahabatan lawan Prancis.

Sepekan kemudian situasinya berbalik. Radja yang disanjung menjadi Radja penyebab kekalahan. Sundulan bola Radja balik ke kiper Thibaut Courtois, di menit ke 24, jatuh persis ke dada Gareth Bale yang berbuah goal tunggal. Sekaligus gol penentu kemenangan Wales atas Belgia.



Radja Nainggolan lewat Twitter memohon maaf atas kesalahannya dalam menggembalikan bola ke kiper. Pada wawancara dengan media dia mengaku tidak melihat ada Gareth Bale atau pemain lain Wales di mulut gawang, Courtois.


Pelatih Belgia, Marc Wilmots menanggapi tenang kekalahan ini dan mencoba melindungi Radja yang baru membuat kesalahan itu. "Kekalahan ini lebih disebabkan oleh kolektif, tim yang tidak bisa bermain dengan baik. Terlalu mudah kalau menyalahkan Radja. Selain itu kita kehilangan Marouan Fellaini."

Eka Tanjung menilai sudah selayaknya Marc Wilmots melindungi Radja Nainggolan. Sebab 'kesalahan' Radja menjadi tidak penting jika seandainya rekan-rekan Radja bermain lebih baik dan bisa menyarangkan minimal 2 goal ke gawang Wales.

Gol Wales akibat kesalahan Radja itu terjadi masih di menit 24. Masih ada 65 menit untuk membalikkan keadaan. Namun faktanya gol tidak tercipta oleh para bintang tim Setan Merah itu.



Mengenai mental Radja pun, Eka Tanjung tidak cemas. Radja sudah terbiasa mengalami pukulan ataupun deraan psychologis sepanjang karir dan kehidupannya yang penuh dinamika. Seperti ditinggal ayak kandung ketika masih kanak-kanak.

Terpaksa merantau ke Italia demi perbaikan nasib, menjadi babysitter untuk mendapatkan uang saku. Mengurusi ibunya yang menderita sakit kanker. Dan seterusnya. Jadi bagi Radja, insiden kekalahan di Wales ini tidak akan membekas lama-lama. Apalagi secara kualitas Belgia bisa lolos babak akhir Piala Eropa walaupun kalah dari Wales.