Kamis, Juni 25, 2015

Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa

Di musim panas ketika jeda kompetisi, para pemain #keturunan tetap aktif di dunia sepakbola. Ezra Walian, John Heitinga, Radja Nainggolan, Gio van Bronkhorst, Yussa Nugraha dll menghiasi pemberitaan di Eropa.

John Heitinga
Kamis hari ini John Heitinga #keturunan Indonesia, dipresentasikan sebagai pemain baru Ajax Amsterdam. Setelah berpetualang selama delapan tahun Heitinga kembali ke cinta lamanya di klub Amsterdam. Berbekal pengalaman di Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Herta BSC di Jerman, ia kembali dengan ambisi untuk merebut kembali gelar juara liga Belanda bersama Ajax di musim depan. Setelah sehari sebelumnya menjalani tes medis, Kamis 25 Juni ini Ajax akan resmi mengumumkan Heitinga sebagai pemain baru, dengan kontrak satu tahun dan opsi perpanjangan satu tahun lagi.

Ezra Walian
Pemain Ajax Junior A itu mengakhiri musim kompetisi dengan dua perolehan yang bisa dibanggakan. Pertama Ezra berhasil membantu rekan-rekan di team A1 meraih gelar juara kompetisi junior. Sementara itu #keturunan Indonesia ini baru saja mendapatkan raport yang bisa dibanggakan. 

Glenn Walian, ayah kandung Ezra, kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengatakan bahwa, putranya baru menerima raport dengan hasil yang baik. Tahun depan pemain yang masih mengantongi kontrak di Ajax sampai medio 2017 itu, masih bisa mengombinasikan dengan studi tingkat 5 Havo. Dengan kata lain dia akan menjalani ujian SMA mulai tahun depan. Setahun kedepan merupakan tahun yang lumayan berat karena menjalani kegiatan paralel antara sekolah dan sepakbola. 

Walau pun akan menghadapi tahun berat, dia tetap ingat akan negeri leluhurnya Indonesia. Bulan Juli 2015 ini, untuk ketiga kalinya ia akan menggelar clinic di Jakarta dan Bandung, di antaranya di panti asuhan. Tanggal 30 Juni 2015, Ezra dan Glenn akan tiba di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan pesawat KLM.

Radja Nainggolan
Pemain terbaik AS Roma musim lalu adalah #keturunan Indonesia. Radja Nainggolan, didukung 52 persen supporter AS Roma dipandang paling konstan sepanjang musim. Tidak heran jika klub Roma ini akhirnya menebus Radja Nainggolan menjadi 100% milik AS Roma. Sebelumnya separoh andil kepemilikan Ninja, julukan Radja itu, masih ditangan Cagliari. Sejak Rabu 24 Juni ini, sepenuhnya dia akan mengabdikan diri pada klub Roma Italia. Berita ini sekaligus menyingkirkan berbagai spekulasi soal kepindahan Radja ke Real Madrid, Manchester United maupun Juventus.

Giovanni van Bronkhorst
Pelatih anyar Feyenoord, Gio van Bronchorst sempat menjadi perbincangan media Belanda, karena masih ada keraguan tentang ketegasan dari coach #keturunan Indonesia di formasi Rotterdam itu. Berbagai kalangan setuju bahwa Gio memiliki jaringan dan track record yang baik, sehingga bisa memberikan dampak positif dalam menemukan pemain baru. Sebagai contoh, kepulangan Dirk Kuyt ke stadion de Kuip merupakan salah satu imbas positif Gio. Namun demikian kalangan yang mengenal Gio, melihat pelatih ini masih terlalu 'hijau' dan cenderung terlalu ramah. "Padahal di profesi coach Feyenoord butuh ketegasan dan sikap keras. Setiap ucapan yang keliru bisa menjadi bumerang," demikian ungkap rekan sesama pelatih yang mengenal Gio.

Yussa Nugraha
Yang terakhir pada ulasan kali ini adalah Yussa Nugraha, penyerang muda di sc Feyenoord Rottedam ini meraih sukses bersama teamnya. Mulai musim depan Yussa dan timnya akan berlaga di devisi 1, satu tingkat lebih tinggi dari sekarang. Eka Tanjung dari Sepakbolanda, sangat bangga namun juga ingin menjaga, agar kemajuan ini tidak menjadi batu sandungan bagi bocah kelahiran Solo Jawa Tengah itu.  

Edi Nugraha
Sebagai ayah,  Edi sangat memahami akan perkembangan putranya. Selain bangga juga tetap waspada. Semakin tinggi level kompetisi semakin besar pula godaan dan juga kemungkinan untuk jatuh. Perhatian yang melimpah dari media dan publik bisa menjadi penghambat perkembangan. Sementara itu sang anak juga mengenal ups and downs dalam kehidupan sebagai remaja. Dengan bimbingan yang baik dari orang tua dan lingkungannya, Yussa diharapkan mampu mengkombinasikan antara sekolah dan sepakbola. Sebab keduanya sama-sama penting. 




Posting Komentar