Minggu, Mei 10, 2015

Inilah Kebiasaan Buruk Yang Dibenci Pelatih Belanda

Pelatih Belanda umumnya benci kepada telat datang. Biasanya mereka sudah terlebih dahulu berada di lapangan satu jam sebelum jadwal latihan dimulai. Pemain diharapkan menyusul 15 menit sebelum latihan dimulai.

On Time
Eka Tanjung sering mengamati klub amatir maupun profesional di Belanda. Klub amatir Buitenboys SC, FC Almere, maupaun profesional sekelas Ajax Amsterdam maupun PSV Eindhoven sangat mementingkan being on time dan membenci pemain yang datang terlambat.
Juru Parkir
Kasus terbaru terjadi pada Richairo Zivkovic di Ajax Amsterdam pekan ini. Striker yang musim lalu dibeli senilai Rp. 40M dari FC Groningen dihukum menjadi Juru Parkir di Akademi de Tekomst. Frank de Boer menghukum Zivkovic “hanya” karena terlambat muncul ke latihan.
Sejenak, Eka Tanjung sebagai orang Indonesia menilai keputusan De Boer itu super lebay. Pelatih yang sok bossy. Mengapa pemain yang datang terlambat saja kok sampai disakiti dan dihinakan begitu. Santai aza napa Broer!
Terlambat Lagi
Selama dua hari berturut-turut, Richairo harus menjadi penjaga pintu portal untuk mobil yang masuk ke kompleks pelatihan de Toekomst. “Dua hari ini, dia memang menjadi penjaga parkir karena dia telat lagi.”ungkap Sjaak Swart, manajer nya. Hukuman itu diduga keputusan dari Frank de Boer. Terlambat datang ke latihan di Belanda dipandang sebagai sikap yang tidak profesional dan tidak menghormati sesama pemain dan pelatih. Zivkovic akibatnya tidak masuk dalam daftar pemain Jong Ajax dan juga tidak masuk Line-Up tim utama Ajax lawan SC Cambuur, walaupun Striker Milik diperkirakan absen.
Zivcovic
Harga Mahal
Pemain seharga Rp. 40 M saja dihukum sebegitu beratnya, bagaimana dengan pemain di level amatir yang datang terlambat. Eka Tanjung sering menyaksikan pemain berbakat yang tidak bisa tembus ke jenjang profesional, hanya karena menyepelekan ‘waktu’. Walaupun pemain memiliki kualitas yang bagus dan bakat yang luar biasa, namun ketika dia sering datang terlambat ke latihan, tidak lagi dipasang dan dimainkan.
Tidak Serius
Pelatih dan sesama rekan di tim di Belanda tidak senang kepada pemain yang tidak serius. Pelatih tidak memasang si jago telat dan rekan sesama pemain juga jadi jarang mengumpan bola kepada striker yang tidak disiplin. Akibatnya pemain seperti itu akan menjadi frustasi dan prestasinya semakin merosot. Ketika sudah tersingkirkan dari tim utama, biasa pemain semodel itu akan menyalahkan orang lain.
“Saya tidak bisa sukses jadi pemain sepakbola, karena saya dijahati oleh semua orang,” itu biasanya bunyi keluhan pemain yang merasa didzolimi. Dan biasannya pemain semacam itu lupa bercermin dan tidak mau mencari sebab pada dirinya sendiri. Padahal, kuncinya hanya karena ‘tukang telat.’
Pesan
Eka Tanjung ingin berpesan kepada adik-adik yang ingin menjadi pemain profesional, terutama yang berencana bermain di Eropa khususnya di Belanda. Mohon agar menghargai waktu. Karena pelatih di Belanda sangat mementingkan disiplin tinggi. “Jangan salahkan lalu lintas. Datanglah tepat waktu!”