Ketika menyaksikan film di Youtube, bulan Januari 2014 lalu Eka Tanjung dari TanjungPro terkejut campur heran. Bagaimana mungkin ada orang berbadan gembur bisa mencetak goal dari jarak sekitar 16 m? Bola-bola yang ditendangnya menghujam gawang dengan efek curva dan cekung.
Sangking mahirnya, Bas diundang ke akademi pelatihan Liverpool untuk beradu dengan pemain tim utama The Reds. Bahkan penyelenggara dari Liverpool memilih tiga jagoan untuk meladeni Bas si pemuda 19 dari Zwolle itu. Mario Balotelli, Lazar Markovic dan Rickie Lambert.


Seperti bisa disaksikan di video bawah ini, Bas bisa mengalahkan tiga bintang dunia dari klub Liverpool Inggris yang disponsori oleh Garuda Indonesia itu. Baik tim utama maupun tim muda Liverpool menyandang kaos berlogokan Garuda Indonesia. Bas berhasil mengumpulkan nilai terbanyak dan menjadi pemenang dari persaingan ini.
Kepada media Belanda, Bas van Velzen mengaku dirinya memang memiliki kelebihan berat badan. Tanpa malu dia mengatakan bahwa saat ini sedang mengikuti training khusus untuk mengusir kiloan lemak dari dalam tubuhnya.


Kunci sukses Bas ini terletak pada latihan keras dan keinginan untuk bisa memiliki tendangan khas kreasi sendiri. “Saya berlatih kontinyu selama 9 sampai 12 bulan untuk bisa mencapai prestasi ini.” Dia melanjutkan bahwa :”Berusahalah untuk mengembangkan tendangan ciri khas sendiri.” demikian Bas van Velzen menganjurkannya.

Eka Tanjung dari TanjungPro yang memimpikan perkembangan sepakbola usia dini di Indonesia, melihat bahwa adik-adik di Indonesia bisa menjadi seperti Bas. Atau bahkan bisa lebih baik lagi. Kuncinya adalah kemauan tinggi didukung dorongan dari lingkungan dan orang tua.
Memiliki keahlian seperti Bas, bisa disusul kemudian dengan latihan dan kompetisi yang baik. Kita menantikan perkembangan sepakbola Indonesia yang lebih baik.