Rabu, Februari 11, 2015

Yussa Nugraha Menghadapi Masalah Ini

Cuaca berpengaruh pada kegiatan umum. Banjir di Jakarta melumpuhkan kehidupan bermasyarakat di ibukota Indonesia. Masalah cuaca juga terjadi di Belanda. Di musim dingin, lapangan sepakbola menjadi beku sehingga mengganggu kompetisi.

Masalah Cuaca
Yussa Nugraha bocah kelahiran Nusukan Surakarta, yang sekarang bermain di tim junior sc Feyenoord Rotterdam sering merasakan masalah cuaca di Belanda. Bukan saja cuaca dingin yang menusuk sampai ke tulangnya, tetapi juga banjir yang menggenangi lapangan untuk kompetisi sepakbola.
Bisa Batal
Kalau curah hujan sangat tinggi, maka lapangan sepakbola di Jakarta maupun di Rotterdam bisa digenang air. Jika hal itu terjadi di Belanda, maka pemain sepakbola keturunan Indonesia seperti Yussa Nugraha diuji kesabarannya. Pertandingan yang dicanangkan bisa saja dibatalkan.
Kerusakan Lapangan
Pihak yang berwenang dalam menentukan kelanjutan kompetisi adalah KNVB. Asosiasi sepakbola Belanda sekelas PSSI itu memantau kondisi lapangan setiap klub. Mereka berkoordinasi dengan kedua klub yang akan bertanding menilai kesiapan lapangan dan risikonya bagi pemain. Lapangan harus tetap dalam kondisi baik, jadi jika terrendam air dan jika tetap dipakai untuk pertandingan, bisa rusak parah. Resiko lapangan rusak dan beaya perbaikannya ditimbang dengan urgensi dari pertandingan antar kedua klub.
Koordinasi
Kepada TanjungPro, Yussa Nugraha menuturkan bahwa pertandingan perdana di tahun 2015 ini sempat ditunda beberapa jam karena cuaca buruk dan lapangan bersalju. Lapangan yang bersalju menandakan bahwa temperatur tanah mencapai titik beku. Lapangan yang membeku dan bersalju memiliki tingkat kekerasan yang tinggi. Kondisi ini bisa menimbulkan kecelakaan saat terjatuh dan pantulan bola sangat liar.
“Kami terus berkomunikasi dengan coach Daniel dan kawan-kawan, soal lapangan. Kami menunggu keputusan dari KNVB.”
Akhirnya Lanjut
Hasil perbincangan KNVB  dengan kedua staf pelatih memutuskan untuk melanjutkan kompetisi. Salju bisa disapu dan dipinggirkan. Selain itu cuaca Sabtu itu mulai meningkat ke atas 0 derajat Celsius, sehingga salju pun melumer. Akhirnya Yussa Nugraha dan kawan-kawan bisa bermain tandang ke DHC Delft.
Pertandingan berakhir imbang dan kedua kubu berbagi angka 1. Yussa sendiri senang memulai pertandingan resmi tahun ini. Tidak terbayangkan kalau saja, pertandingan ditunda, maka Yussa harus merasa kecewa dan melawan keinginan merumput dan bermain kompetisi.
Sebab sudah dua pekan dia tidak bermain sepakbola kompetisi. Sebelumnya dia diistirahatkan karena sedang kurang sehat, setelah bermain laga persahabatan 17 Januari 2015 lalu. “Coach Daniel meminta Yussa ambil rest, dulu. Dia tidak perlu ikut pertandingan persahabatan,” demikian ungkap Edi Nugraha yang sekarang kena giliran terkapar sakit deman di rumahnya di Den Haag.