Bulan-bulan mendatang menjelang kualifikasi piala Euro 2016, Guus Hiddink akan menjajal racikan baru strateginya untuk timnas Belanda. Untuk formula barunya ini mantan pelatih Korea Selatan itu akan menggunakan tiga ujung tombak: Arjen Robben, Robin van Persie dan Klaas-Jan Huntelaar dalam satu tim.
Baik Robin van Persie dan Klaas-Jan Huntelaar memiliki kualitas yang bagus, tetapi mereka jarang dimainkan dalam waktu yang bersamaan. Biasanya Van Persie menjadi starter dan Huntelaar menjadi pemain cadangan.
Ditanya alasannya mengapa Hiddink baru sekarang melakukan perubahan ini, ia menjawab : selama ini kita masih berada dalam proses perubahan. Sehingga tidak bisa melakukan secara radikal. “Bayangkan saja, ketika lawan Italia dan Ceko (kalah red.) saya hampir tidak punya waktu persiapan sama sekali,” jawabnya.
Ia mengatakan bahwa duo Robin van Persie en Klaas-Jan Huntelaar sejak awal jadi prioritas. Pada akhirnya Hiddink ingin memainkan keduanya sebagai ujung tombak. Arjen Robben akan ditempatkan pada posisi gelandang bebas.
Tengah dan Pertahanan
Pelatih kelahiran Varsseveld 8 November 1946 itu menduga ketiganya bisa berperan maksimal dalam satu tim. Hiddink juga menyadari bahwa tim masih harus membiasakan diri dengan pola baru. Diperlukan waktu adaptasi. “Sistem baru ini tidak bisa dikuasai dalam satu kali latihan. Sebab lini tengah dan pertahanan juga terkena dampak perubahan sistem ini.”
Bukan Hanya Robben
Hiddink tidak mau melanjutkan strategi Louis van Gaal di Piala Dunia 2014 di Brasil yang hanya bersandar pada Arjen Robben. “Menggantungkan hanya pada Robben menaruh risiko yang besar. Kita bisa lihat ketika lawan Ceko dan Italia. Arjen absen dan Ron Vlar juga tidak main. Kalah dan semua kesalahan ditumpahkan ke saya.”
Strategi baru dengan dua striker Robin van Persie dan Klaas-Jan Huntelaas serta Robben sebagai penyerang siluman dipandang sebagai bentuk perlindungan untuk Robben juga. Jangan semuanya digantungkan pada Robben.
“Mulai sekarang kami akan membuktikan bahwa kombinasi Klaas-Jan dan Robin, tidak mustahil. Dan jangan kuatir, kita pasti akan lolos kualifikasi ke Euro Prancis 2016.” demikian pungkas Guus Hiddink percaya diri.
Eka Tanjung dari TanjungPro pun ikut yakin bahwa Guus Hiddink mampu membawa timnas Oranje lolos kualifikasi Euro 2016. Kinerja dari sistem baru ini akan bisa kita saksikan pada laga timnas Belanda berikutnya lawan Turki pada Sabtu, 28 Maret 2015. Pertandingan berlangsung di stadion Arena Amsterdam  dimulai pukul 20.45 malam waktu Belanda. Pertandingan kualifikasi Euro 2016 di Prancis, di Amsterdam lawan Turki akan sangat seru. Baik di dalam maupun di luar stadion.
Timnas Turki yang resminya bermain tandang, namun akan mendapat dukungan puluhan ribu penonton keturunan Turki. Imigra Turki dari Belanda sendiri dan Jerman akan berbondong menuju Amsterdam memberikan dukungan pada timnas berjuluk Crescent-Stars itu.
TanjungPro melihat bahwa di masa silam Guus Hiddink juga pernah melatih timnas Turki 1 Agustus 2010 – 16 November 2011. Hiddink tidak berhasil meloloskan Turki ke Euro 2012 di Ukraina dan Polandia.