Minggu, Februari 15, 2015

Ditanya Soal Indonesia, Joey Suk Jengkel

Joey Suk gelandang kekar yang sudah lama digadang menjadi punggawa timnas Indonesia, jengkel ketika ditanya mengenai niatnya memperkuat tim nasional berlambang Garuda.


Eka Tanjung dari Sepakbolanda menangkap kejengkelan Joey Suk dari komunikasi chat pada 14 Februari malam waktu Belanda. Rasa jengkel itu tidak diungkapkan langsung. Perbincangan dimulai dengan saling sapa.

Namun ketika ditanya soal rencana ke Indonesia, Suk langsung menjawab dengan ungkapan jengkel. "Masih berapa kali lagi, Anda akan nanya terus soal itu. Sikap saya kan sudah jelas." 

Kejengkelan Suk ini bisa dipahami karena sejak awal dia selalu mengatakan ingin memperkuat timnas Garuda.  Sepakbolanda menilai bahwa Joey Suk bukan asal ngomong. Dia memang berkualitas untuk bisa meningkat kinerja team Garuda.



Seperti biasa penulis menjalin hubungan pribadi dengan puluhan pemain #keturunan Indonesia yang merumput di Belanda, dan negara lain Eropa. Sekali dalam dua pekan, Eka Tanjung mencoba bersilaturahmi dengan berkirim pesan kepada Arthur Irawan, Ezra Walian, Yussa Nugraha, Sergio van Dijk, Michael Timisela, Matthew Steenvoorden, Thom Haye dan pemain lainnya.

Sekedar saling bersapa untuk menghangatkan komunikasi, sebab di tengah kesibukan itu tidak banyak kesempatan untuk berjumpa. Untuk Joey Suk memang ada hal yang sangat mencolok. Dia sudah empat tahun diproyeksikan menjadi Warga Negara Indonesia. Proses naturalisasi Suk sebenarnya sudah berjalan bersamaan dengan Stefano Lilipaly, Victor Igbonefo,  Tonnie Cusell.

Namun karena kesibukan dan kewajiban di klub, akhirnya rencana sumpah di Jakarta batal karena jatuh tempo. Di saat yang sama giliran prosedur Suk berjalan, PSSI sedang dilanda kisruh. Jadi menurut Sepakbolanda, kondisi lah yang menyebabkan sumpah Joey Suk jadi WNI tersendat dan tidak ada yang tahu lagi.

Eka Tanjung menilai untuk kasus Joey Suk itu sebenarnya sudah jelas. Dia dalam posisi menanti panggilan sekeksi timnas Indonesia di untuk ajang turnamen. Cuman Sepakbolanda tidak tahu, dari mana harus dimulai kalau sudah begini?