Jumat, Februari 13, 2015

Berpaspor Ganda, Winger Ajax Pilih Timnas Maroko

Pemain muda Belanda keturunan Maroko punya pilihan antara timnas Maroko atau Belanda. Anwar El Ghazi, winger muda Ajax memilih main untuk timnas Maroko, karena sejak lahir mengantongi paspor ganda.


Sebagai #keturunan Maroko yang lahir di Belanda, Anwar El Ghazi langsung memiliki parpor ganda: Belanda dan Maroko. Belanda memungkinkan paspor ganda dan undang-undang Maroko tidak pernah merampas paspor warga keturunannya dimanapun dia dilahirkan. "Sekali bangsa Maroko, sampai kiamatpun dia tetap warga Maroko," demikian kurang lebih bunyi undang-undang negeri Afrika Utara itu.


Eka Tanjung menilai prinsip Maroko ini sejatinya berbahaya. Kalau negeri itu mempertahankan warganya dan keturunannya memegang parpor Maroko, maka di akhir zaman bisa jadi separoh dunia berisi warga Maroko. 

Pada laga persahabatan Maroko lawan Benin, 14 November 2014, pelatih Badou Zaki banyak menjajal pemain Maroko kelahiran Belanda. Karim El Ahmadi, Zakaria Labyad, Rochdi Achenteh, Abderrazak Hamdallah (Guangzhou Evergrande FC) dan Oussama Assaidi.

Winger berbakat di Ajax Amsterdam itu juga bisa memilih antara timnas Maroko atau Belanda. Pekan ini Eka Tanjung membaca berita bahwa dirinya ingin memperkuat timnas Maroko. Keputusan itu didasari pada peluang lebih besar lolos seleksi timnas berjuluk, Lions of the Atlas daripada kalau bermain di Oranje.

Keputusan Anwar El Ghazi ini menyerupai pendahulunya Ismael Aissati, gelandang serang Maroko kelahiran Belanda. Ismael memiliki dua paspor. Bermain 17 kali untuk Jong Oranje. Dan di usia 21 tahun pemain Terek Grozny itu memutuskan untuk bermain bersama timnas Maroko. Penampilan Aissati untuk Maroko hanya satu kali.
Sejatinya di timnas Jong Oranje, El Ghazi juga sudah terseleksi. Pada 24 September 2014 El Ghazi melakoni debut di Jong Oranje lawan Jong Portugal. Namun karena pertandingan itu tidak resmi maka El Ghazi bisa menentukan pilihannya sampai usia 21 tahun. Saat tulisan ini diturunkan dia berusia 19 tahun (3 Mei 1995)

Menurut perkembangan saat itu, pelatih timnas Maroko, Badou Zaki sedang mengamati swinger untuk dipanggil memperkuat timnas Singa dari pegunungan Atlas itu saat pertandingan persahatabatan lawan Uruguay pada 28 Maret  2015. Selain El Ghazi, coach Zaki juga ingin melihat beberapa pemain Maroko di Prancis, Belanda dan lainnya.  Zakaria Labyad dan Karim El Ahmadi di Belanda juga masuk radar pantauan Maroko. 

Pemain keturunan Maroko dan Suriname