Jumat, Desember 05, 2014

Suriname Terapkan Dwi Paspor Demi Piala Dunia 2018

Suriname, bekas jajahan Belanda sedang menggodok UU Dwi Paspor bagi pemain sepak bola berkualitas. Demi Piala Dunia, rela lepas 'kehormatan.'

Lolos putaran akhir Piala Dunia Sepak bola, sejauh ini bagi Suriname bak mimpi di siang bolong. Tapi tidak lama lagi, mimpi itu bakal jadi kenyataan. Suriname ingin lolos ke Piala Dunia di Rusia 2018.  Parlemen di Paramaribo sedang mematangkan undang-undang yang memungkinkan pemain sepak bola Belanda keturunan Suriname mendapatkan paspor ganda (Suriname-Belanda.) 


Terus Merosot
'Natio' atau tim Garudanya Suriname saat ini berada di urutan 149 ranking FIFA. Negeri leluhur Ruud Gullit dan Clarence Seedorf merasa semakin hari makin merosot saja, karena kompetisi dalam negeri lemah dan tidak profesional. Mereka menyadari, kalau begini terus tidak akan pernah lolos putaran akhir piala dunia. 




Dalam situasi terpuruk inilah muncul pemikiran untuk mendekati pemain-pemain keturunan Suriname yang bermain di dua level tertinggi Eropa. Mereka sadar pula bahwa banyak nama besar yang bermain di liga papan atas semodel legendaris Frank Rijkaard, Edgar Davids. 

Ditambah dengan pemain yang tidak berpeluang lolos timnas Belanda, tapi masih mampu mendongkrak kualitas timnas de Natio menghadapi negara-negara saingan ranking antara 120-150 FIFA. 

Nama-nama seperti Kelvin Leerdam (Vitesse Arnhem), Milano Koenders (Heracles Almelo), Genaro Snijders, Lorenzo Piqué dan Rodney Ubbergen dari FC Oss sudah menyatakan minat.

PSSInya Suriname
SVB (Surinaamse Voetbal Bond) PSSInya Suriname didukung pemerintah di Paramaribo mendelegasikan Nordin Wooter mantan pemain Ajax untuk mendata pemain keturunan Suriname di Belanda yang bersedia menyandang jersey Suriname. Sejauh ini sudah ada 100an pemain keturunan Suriname yang menunjukkan minat.


Kontra
Di Suriname sendiri gagasan ini juga mendapat tentangan perihal eksodus pemain keturunan dari Belanda ini. Mereka khawatir orang-orang Belanda yang mengantongi dua kewarganegaraan ini akan mendapat "hak pilih" pemilu. Dicemaskan ribuan suara bisa merubah komposisi hasil pemilu. Keberatan lain adalah "harga diri" bangsa yang tercederai. 


Langkah Politik
Tetapi tampaknya kecemasan itu terkikis setelah mendapat dukungan luas di parlemen. Pandangan yang muncul justru: putra-putra Suriname berbakat yang bisa mengenakan seragam timnas Natio untuk mengangkat nama Suriname di kancah dunia. 

Pertanyaannya sekarang, apakah kalau sudah terrealisasi, negeri di atap benua Amerika Latin itu bisa benar-benar lolos putaran akhir Piala Dunia Rusia 2018? Pengamat sepakbola Suriname, Diederik Samwel dikutip media Belanda , EenVandaag menilai "Kemungkinannya riil, lagu kebangsaan Suriname akan berkumandang di Rusia." 

"Kalau undang-undang sudah disahkan maka pemain #keturunan Belanda-Suriname sudah bisa memperkuat timnas Natio bulan Juni ini pada laga perdana kualifikasi Piala Dunia Rusia." ungkap Samwel. 

Di benak Sepakbolanda hinggap pula pertanyaan: Apakah ini juga yang harus ditempuh Indonesia? Langsung saja, pemikiran itu ditepis anggapan bahwa Indonesia punya 250 juta penduduk, mosok tidak ada 11 Messi yang bisa main bola?

Kalau Suriname, lumrah lah dengan penduduk yang hanya 600 ribu jiwa saja, mereka mengetuk dukungan 300 ribuan yang ada di Belanda.


Indonesia sebaiknya tenang saja dulu, jangan terpancing dengan pemikiran Suriname. Kita lihat perkembangan di Suriname, apakah benar mereka bisa lolos Rusia 2018. Kemudian bagaimana dampak perubahan undang-undang itu. Kita lebih baik belajar dari pengalaman di Suriname. 

Sumber: Nordin Wooter Benadert Trio FC Oss.NOTE: Mohon menghargai karya tulis. Jika Anda mencantumkan sebagian atau seluruh tulisan ini ke website atau dinding Anda, mohon mencantumkan sumber www.sepakbolanda.com Terima Kasih. 
Posting Komentar