Minggu, Desember 28, 2014

Sepak bola Indonesia Terpuruk, Karena Ronaldo

Pic: Balisuntours.com

Peringatan 10 tahun musibah tsunami menyisakan banyak kenangan dan memunculkan satu nama: Martunis karena sepak bola. Ronaldo, bapak angkatnya bertanggungjawab atas terpuruknya sepak bola Indonesia. 

Saat kejadian di pagi hari 26 Desember 2004 itu, menelan korban ratusan ribu jiwa. Musibah yang menghebohkan dunia. Cukup banyak ulasan dan penerbitan di seluruh jagad mengenai tsunami. 

Martunis
Pada kesempatan ini Eka Tanjung dari Sepakbolanda ingin mengangkat dan beropini tentang popularitas bocah bernama: Martunis. 10 tahun setelah kejadian nama bocah yang kala itu delapan tahun, masih menjadi bahan pemberitaan di tahun 2014.

Wartawan
Martunis bisa terkenal di seluruh dunia, awalnya berkat jasa wartawan Inggris.
 Crew televisi Sky News yang pertama kali membawa Martunis ke organisasi bantuan anak Save the children. Bocah delapan tahun itu menjalani perawatan di Rumah Sakit dan akhirnya bisa pulih dari dehidrasi selama tiga pekan tersangkut di pohon bakau. 

Kadaluarsa Panjang
Cerita dan mukjizat yang berkaitan dengan tsunami di Aceh, jumlahnya mungkin ribuan. Banyak kisah mengharukan dari korban selamat, tapi setelah 10 tahun, tampaknya kisah Martunis yang punya masa kadaluarsa paling panjang. Bukan karena Martunis telah nulis buku tentang pengalaman selama 21 hari terkatung-katung di sisi laut. 

Sepak bolaHal yang membuat dia tenar, menurut penulis  karena faktor sepak bola. Ia dikenal dunia karena jadi anak asuh pesepakbola ternama dunia, Christiano Ronaldo (CR7). Sosok fenomenal ini memang sudah jadi konsumsi media, ditambah lagi dengan aktivitasnya menjadi duta Save The Children dalam kunjungan ke Aceh menemui anak asuhnya. Media kian getol saja memunculkan pelaporan tentang gerak dan langkah CR7.

Walikota
Kalau seandainya Martunis dahulu diangkat anak 'hanya' oleh Walikota Banda Aceh, mungkin ceritanya akan sangat lain. Lebih dari itu penulis sebenarnya berharap sentuhan CR7 ke Indonesia ini bisa menjadi inspirator bagi anak-anak Indonesia. Jangan hanya sebagai penjenguk dan teman berfoto untuk media.


Berlatih Keras
Striker Real Madrid bisa menjadikan perjuangan kerasnya meraih cita-cita sebagai motivasi dan contoh. Dia tidak dikenal sebagai pemain bermodalkan bakat istimewa. Namun dia punya etos latihan yang luar biasa. Latihan keras untuk meraih cita-cita. Itu sebenarnya yang perlu ditularkan dan ditekankan pada para pebola cilik di Indonesia. 

Salah RonaldoSalah satu pemain terbaik dunia saat ini, jangan hanya bersenang-senang. Senyum dan berpose bersama Martunis. Dia harus lebih jujur dalam menggerakan geliat sepak bola Indonesia. 

Kondisi sepak bola Indonesia yang terpuruk itu, menurut penulis merupakan salah Ronaldo juga. Seandainya bintang Portugal itu mau membuka mata, maka 10 tahun lalu dia seharusnya sudah menangis menyaksikan kondisi sepak bola di Indonesia.

Ketika itulah dia harus bergerak. Ronaldo wajib mengumpulkan ribuan anak-anak Indonesia dan menyampaikan pesan bahwa: CR7 bisa menjadi besar bukan karena sering dijenguk bintang Portugal Eus├ębio, atau sering nonton liga Inggris dan La Liga. Begadang sampai pagi melolotin TV demi pertandingan seru Juve lawan AS Roma. Bukan itu.

Harus Jujur
Ronaldo harus jujur bahwa nonton pertandingan tidak akan menjadikan orang pandai main bola. Tapi latihan keras, latihan nendang sampai ribuan kali, latihan passing dll. Kalau pesan itu disampaikan 10 tahun lalu, maka Indonesia harusnya sekarang sudah punya generasi emas yang menyambar setiap gelar Asia Tenggara. 

Kesalahan kedua Ronaldo adalah pembiaran terpuruk. Saat ini pun, menurut penulis, Ronaldo bisa punya peran penting di sepak bola Indonesia. Ketika Indonesia sedang bingung untuk membenahi sepak bola nasional. 

Ketika kadar kecurigaan di antara para pelaku sepak bola satu sama lain sedang memuncak, seharusnya Ronaldo sadar bahwa di Indonesia tidak ada satu sosok pun yang bisa menjadi perekat dan pemersatu hati yang saling curiga. 

Dia seharusnya tahu dirinya bisa mengisi peran ini. Kalau Thailand bisa bangkit karena peran Raja Bhumibol, maka Indonesia bisa karena, Ronaldo mendampingi Menpora Imam Nahrawi.