Rabu, Desember 31, 2014

Radja Nainggolan Apes di Timnas Belgia

Pekan lalu mobil Radja Nainggolan dibobol maling. Nasib apes #keturunan Indonesia ini dirasa sepanjang 2014.


Sepakbolanda melihat Radja Nainggolan tidak juga mendapat kepercayaan dari pelatih Timnas Belgia, Marc Wilmots sepanjang tahun 2014. Padahal prestasi Radja di klubnya AS Roma sangat menakjubkan. Bahkan namanya dikaitkan dengan tim ternama Inggris, Liverpool.

Walaupun Radja mendapat kepercayaan penuh oleh Rudi Garcia di AS Roma dan perhatian dari Liverpool tapi di timnas Setan Merah sepertinya belum.  Garcia bahkan menyebut Radja sebagai gelandang terbaik di Serie A, Liga Italia.

Tetapi pelatih Wilmots selalu berdalih bahwa di posisi gelandang, selain Radja dia memiliki cukup banyak pilihan. Axel Witsel (Zenit Russa), Gianelli Imbula (Marseille Prancis), Marouan Fellaini (Manchester United), Moussa Dembélé (Tottenham), Steven Defour (Anderlecht),  Kevin De Bruyne (Wolfsburg).

Sejak debut nya lawan Chile pada Kirin Cup 2009, Radja baru (6) enam kali dapat kesempatan main di timnas. Secara keseluruhan dia baru mencatat total 138 menit merumput dengan membukukan 1 gol. Untuk tahun-tahun pertama 2009 - 2013 bisa difahami jika Radja memang belum dalam performa maksimal. Tapi tahun 2014 ini, kesempatan yang diberikan padanya terlalu minim.

Segitiga Maut
Selama ini media di Belgia juga melihat sudah saatnya Radja Nainggolan gelandang #keturunan Indonesia ini mendapat kesempatan bermain di Timna Belgia. Kalangan pengamat bahkan sudah membuat formasi di lini tengah yang paling tangguh.  saingan kuat. Defour-Nainggolan-De Bruyne.

Walau demikian Marc Wilmots tampaknya tetap tidak bergeming. Dia masih saja 'mengabaikan' Radja Nainggolan. Padahal pemain keturunan Batak itu sangat ingin bermain di timnas negari ibunya Belgia.

Eka Tanjung memperhatikan keceriaan pada wajah Radja dari cuplikan foto-foto saat dia bersama timnas Belgia. Dia ingin sekali bermain di timnas. Bisa dibayangkan perasaan gembira itu, selain karena itu pembuktian dan pengakuan atas prestasinya di klub.

Indonesia
Main di timnas Belgia berarti, pilihannya untuk Belgia di atas timnas Indonesia tidak terbuang percuma. Setelah menentukan pilhan dan pernah terseleksi untuk Belgia, maka dia tidak bisa lagi memperkuat timnas Indonesia. Sekalipun seandainya dia mendapat parpor Indonesia.

Generasi Emas
Sepakbolanda juga melihat bahwa persaingan sangat ketat di lini tengah Belgia. Sejatinya di semua lini Belgia saat ini sangat kuat. Dari kiper Thibaut Courtois dan Simon Mignolet sampai dengan ujung tombak semuanya bermain di liga-liga besar Eropa.

Ganti Wilmots
Sebagai orang Indonesia, Eka Tanjung menilai bahwa saat ini satu-satunya jalan membuka Radja masuk timnas Belgia adalah dengan mengganti pelatih Marc Wimots dengan yang lain. Sejatinya pelatih Belgia ini juga gagal mengoptimalkan tim Setan Merah di Piala Dunia Brasil. Untuk meterial sebaik yang dimuliki Belgia saat ini, seharusnya bisa meraih tempat 4 besar. Minimal sampai semi-final. Tapi faktanya sudah lebih dulu tersingkir.

Michel Preud'homme
Saat ini sempat terdengar kabar bahwa Michel Preud'homme pelatih sukses Club Brugge, berniat menjadi pelatih timnas Belgia. Mungkin saja mantan penjaga gawang Belgia ini lebih bisa mendongkrak kekuatan timnas Belgia dengan kontribusi dari Radja Nainggolan.



©Mohon menghargai karya tulis. Jika menggunakan sumber dari tulisan ini mohon mencantumkan tautan ke tulisan ini. Terima Kasih.