Rabu, Desember 10, 2014

Haruskan Klub Berbaik Kepada Media?

Media Tribune Stadium Amsterdam Arena ©Sepakbolanda

Klub-klub Belanda memberi pelayanan baik kepada awak media. Demi kepentingan publikasi positif di era media elektronik ini. 

Kertas dan coretan yang tersisa dari pertandingan Jong Ajax vs RKC Waalwijk (lihat gambar). Dokumen itu diberikan kepada setiap wartawan yang datang melakukan liputan pertandingan. Service yang baik memberi dampak positif bagi nama baik organisasi. Hal itu sudah disadari oleh Ajax dan klub-klub lain Belanda. 

Jika berencana meliput pertandingan atau wawancara dengan pemain, dimulai dengan mengisi formulir online. Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengajukan permohonan liputan lewat NSP (Asosiasi Wartawan Sport Belanda). Niatnya ingin mewawancara dua pemain keturunan Indonesia. Kenny Tete di Jong Ajax dan Kenny Anderson di RKC Waalwijk.


Selang dua hari Ajax sudah memberi jawaban email bahwa liputan dikabulkan. Pemberitahuan lewat surat elektronik itu dengan bahasa yang ramah mempersilakan para pers, wartawan tulis, wartawan elektronik dan juru foto datang sejam sebelum pertandingan. 

Sepakbolanda datang ke kompleks de Toekomst di Duivendrecht dekat Amsterdam setengah jam sebelum pertandingan dimulai. Sebagai pemantau dan pemburu pemain #keturunan di Belanda dan Eropa, pertandingan Jong Ajax menjamu RKC Waalwijk itu sangat menarik. 



Kenny vs Kenny
Baik di kubu tuan rumah maupun tim tamu terdapat pemain keturunan Indonesia. Kenny Tete di Jong Ajax sudah terlebih dahulu terindikasi. Setengah tahun lalu Sepakbolanda mendapat informasi tetang Kenny Tete saat Ajax bertandang ke Indonesia.

Satu jam sebelum pertandingan, awak pers bisa ambil amplop berisi berbagai informasi. Antara lain password Wi-Fi, ticket serta info tentang lokasi dan waktu wawancara pemain dan pelatih. 

Wi-Fi Gratis
Di kompleks Ajax de Toekomst memiliki sarana Wi-Fi. Setelah mengambil amplop, maka wartawan bisa menuju ke press room untuk persiapan, ambil up-date Lines-Up susunan pemain. 

Berhubung cuaca dingin saya minum kopi panas dulu dan bincang sesama awak media soal info insiders tentang pertandingan hari itu dan gossip lainnya. Tempat yg menyenangkan karena berkumpul dengan orang-2 yg punya minat di bidang sama.

Saya biasanya datang 30 menit sebelum pertandingan. Nongkrong sambil minum kopi di press room kurang lebih 15 menit. Lalu naik ke press tribune 15 atau 10 menit jelang laga dimulai.

On Time
Selama 200 kali lebih mengunjungi pertandingan di Belanda ini, pertandingan hampir selalu dimulai tepat waktu, seperti yg dituliskan di buku undangan.



Tempat Duduk
Untuk pertandingan liga Divisi Dua, Jupiler League tempat duduk press tribunnya tidak bernomor. Wartawan yang terlebih dahulu datang, bisa milih tempat duduk yang paling nyaman. Bagi yang datang belakangan ya terpaksa menerima tempat duduk yg tersisa. Kursi yang masih kosong biasanya tempat yang kurang strategis. 
 Lihat pertandingan agak miring, tidak lurus dengan garis tengah lapangan.

Mencegah Rusuh
Masalah tempat duduk tidak muncul pada laga di liga tertinggi. Penonton dan awak media yang mengunjungi pertandingan di liga Eredivisie atau timnas Belanda, sudah mendapatkan nomor kursi. 


Selain karena untuk ketertiban, tujuan pemberian nomor juga untuk mencegah pencampuran antara suporter dari kubu yang berbeda. Dengan demikian kerusuhan antar suporter semaksimal mungkin bisa direduksi.

Press Officer
Sikap baik juga ditunjukkan oleh Feyenoord Rotterdam, FC Utrecht, Almere City FC, Go Ahead Eagles, PSV Eindhoven, NEC Nijmegen, Vitesse Arnhem, ADO Den Haag, RKC Waalwijk dan lainnya. 



Setiap klub sepak bola di Belanda, di level manapun memiliki humas atau press officer. Tugas mereka adalah memberi informasi kepada publik dan kepada media yang akhirnya juga sampai ke publik. Petugas humas biasanya seorang yang pandai bergaul dan enak dipandang.

Sambutan Baik
Komunikasi yang baik memberikan dampak yang baik pula kepada lawan bicara. Hal ini sekaligus memberikan efek positif dalam publikasi. Jika Sepakbolanda merasa mendapat sambutan baik, tulisannya atau liputannya juga cenderung positif. Tulisannya tetap bersandar pada fakta tapi akan beda kalau dibungkus dalam kalimat positif atau negatif. 


Bukan Uang
Klub-klub Belanda menyadari itu. Namun demikian masih ada saja klub yang salah pilih media officer. Kerja baik, informatif, tapi tampang seram. Orang seperti itu ada saja. Kebaikan klub bukan bentuk materi atau uang, tapi sambutan dan keramahan. Fasilitas tempat bekerja yang nyaman, meja, kursi, Wi-Fi dan dalam kasus Sepakbolanda, kopinya juga harus panas dan enak.

Bayangkan kalau seorang wartawan datang ke stadion. Ingin membuat liputan, setelah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan eh sampai di tujuan dicuekin dan tidak disambut. Bagaimana rasanya?

Mood Pemain
Cari tempat duduk susah, tidak disuguhi minum. Maka karyanya cenderung akan negatif. Beda kalau sejak awal feelingnya sudah nyaman. Klub merasa berkempentingan mendapat publikasi yang baik. Apalagi sekarang ini peran publikasi media itu sangat mempengaruhi mood pemain.

Seorang pelatih Belanda menyebutkan soal peran media.
 "Zaman sekarang ini hampir semua pemain peka akan publikasi di media. Pada Senin pagi, setiap pebola akan membuka smart-phone nya dan membaca publikasi tentang dirinya."

Ungkapan itu menandakan bahwa opini yang ditulis media sangat berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang. Memang harus diakui juga, bahwa tidak semua media memiliki kredibilitas yang tinggi. Sering menulis data yang tidak tepat, atau kerap men-copas berita dari media lain. Tapi zaman sekarang ini kehidupan kita dipengaruhi oleh opini media. 

Abadi
Dahulu berita miring di koran akan lenyap dalam hitungan hari. Tulisan di majalah hilang dalam hitungan pekan. Tapi saat ini tulisan atau ungkapan seseorang yang tercatat di internet sifatnya akan abadi. Akan muncul terus kalau dicari. 

Hal ini bukan saja disadari klub-klub sepak bola di Belanda, pemain sepak bola tapi juga perusahaan dan organisasi. Semoga saja hal ini juga disadari klub dinegara lain termasuk di Indonesia.

Penulis: Eka Tanjung,  wartawan dan pemilik perusahaan soccer dan education tour di Belanda.