Sabtu, Desember 06, 2014

Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI

Joey Suk gelandang keturunan Belanda-Indonesia yang digadang menjadi pilar timnas Garuda, diperlukan NAC Breda untuk memenangi duel fisik dan kekuatan lapangan tengah.

Sabtu dini hari 6 Desember 2014 waktu Indonesia, NAC Breda bertandang ke SC Cambuur di Leeuwarden dalam laga Liga Belanda, de Eredivisie. 

Kuat Fisik
Pelatih NAC Breda, Eric Hellemons kali ini menerapkan strategi anyar dengan memasang gelandang kekar, keturunan Indonesia Joey Suk. "Dengan Joey Suk, kita berharap bisa memasang power dan kekuatan untuk memenangkan duel-duel individu." 

Dengan kata lain pelatih NAC mengakui pemain keturunan Indonesia ini memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata pemain Belanda. 

Vincent Volkert, #keturunan di HFC Haarlem menghadang Pieter Huistra

Suk dan PSSI
Jika prediksi Hellemons benar dan NAC mendominasi lini tengah bersama Suk, maka PSSI harus serius menghidupkan proses naturalisasi Joey Suk yang sempat mati.

Lini Tengah
Gelandang Box-to-Box kelahiran Deventer 8 Juli 1989 ini bisa memperkuat lini tengah, membantu serangan dan pertahanan timnas Indonesia. Sepakbolanda mengharapkan Joey Suk yang sangat ingin membela timnas negara leluhurnya diberi kesempatan ikut seleksi.

Warna Belanda
Apalagi sekarang Indonesia melakukan kerjasama dengan Pieter Huistra, Direktur Teknis Baru PSSI. Huistra bisa memberikan penilaian yang lebih baik mengenai kemampuan Joey Suk dan pemain lain keturunan yang dibutuhkan memperkuat timnas Garuda.  
Tim Keturunan Belanda-Suriname

Naturalisasi
Suriname sesama negara bekas jajahan Belanda juga sedang merevisi undang-undang untuk memungkinkan pemain keturunan Belanda main di timnas.

Naturalisasi tampaknya bukan lagi jadi barang 'haram' di dunia olah raga. Baru-baru ini timnas Garuda asuhan Alfred Riedl dibuat tidak berkutik oleh timnas Philipina 'the Azkals' yang banyak menggunakan pemain naturalisasi.
Pemain Eropa yang memiliki darah Philipina seperti Rob Gier dan Philip Younghusband dkk mengukir sejarah dengan mencoreng muka Garuda, 4-0.

Kalau Garuda tidak melakukan langkah perbaikan, maka kekalahan dari Philipina bukan lagi barang langka, tapi bisa menjadi hobby. 

Sepakbolanda berharap, jangan sampai timnas Indonesia membantu Timor Leste mengukir sejarah juga. Dengan mengalahkan Indonesia 5-0.  
© NOTE: Mohon menghargai karya tulis . Jika Anda mencantumkan sebagian atau seluruh tulisan ini ke koran, website atau dinding Anda, mohon mencantumkan sumber www.sepakbolanda.com Terima Kasih. 

Posting Komentar