Minggu, Desember 21, 2014

Inikah Rahasia di Balik Sukses Timnas Thailand?

Thailand menjuarai tournamen Asia Tenggara, AFF2014. Sepakbolanda melihat ada semacam doping yang membuat tim Gajah Perang ini main all-out.


Tim besutan Kiatisuk 'Zico' Senamuang itu tampil konstan di laga AFF. Mereka memperagakan sepak bola disiplin dan putaran bola yang cepat. Media Eropa pun sampai tercengang menyaksikan permainan tiki-taka yang diperagakan Kawin Thamsatchanan dan kawan-kawan. "Nonton tiki-taka tidak perlu ke Barcelona, bisa juga di Thailand." 

Media mengutip rekaman aksi 50' timnas Thailand di leg pertama lawan Malaysia. Tidak heran tim ini sudah tujuh kali menang berturut. Walaupun kalah di leg kedua final dari Malaysia, namun mereka berhak untuk menyandang gelar itu. 

Doping Mental
Dari penampilan mereka ini, sepertinya tidak ada keraguan atau tanda tanya mengenai peran wasit atau pengaturan skor. Timnas Thailand ini sepertinya punya tenaga ekstra, doping mental tambahan yang membuat mereka bisa main abis-abisan.

Setelah ketinggalan 3-0 dari Malaysia, masih mampu membalas dua gol ke gawang Macan Malaya. Bermain di kandang Harimau dan di kepung puluhan ribu pendukung tim tuan rumah Gajah Putih terkesan tetap bermain penuh percaya akan hasil yang baik.

Pengamat di Belanda ikut kagum. Ia bahkan sampai berujar, timnas Thailand ini bisa kalahkan Ajax. "Ajax yang kemarin kalah 0-4 dari Vitesse, bisa digunduli 20-0 oleh timnas Thailand ini." Perbandingan yang tidak masuk akal. Tapi Sepakbolanda menilainya sebagai pujian pada kehebatan tim dari Asia Tenggara yang punya rasa pede tinggi.



Nasi dan Sambel
Rasa percaya diri ini sebenarnya yang bikin Eka Tanjung dari Sepakbolanda berfikir keras. Apa yang membuat Thailand bisa main bagus seperti ini? Padahal Indonesia juga punya materi dan akomodasi yang sama dengan Thailand. Jikalau Nasi dan Sambel yang disalahkan sebagai nutrisi yang mengganggu prestasi timnas Indonesia, itu sambal Thailand lebih pedas! Nasi mereka lebih pulen dan makannya juga banyak. 


Jawaban muncul ketika menyaksikan selebrasi timnas Thailand pada penyerahan Piala Juara AFF2014 di Stadion Bukit Jalil Malaysia. Sepakbolanda melihat seorang mengangkat foto tinggi-tinggi menjulang di antara lambaian dan gemuruh perayaan kemenangan itu. Bingkai itu diangkat lebih tinggi dari bokal Piala AFF!

Foto Raja Bhumibol yang memimpin Thailand sejak 1950. Ia sekaligus menjadi monarki terlama di dunia. Dia sangat dicintai dan dihormati oleh kalangan luas di Thailand. Seperti terbaca di Wikipedia Bahasa Indonesia. 
"Keteladanan serta integritas Raja Bhumibol dirasa pantas diambil contoh. Hak dan kesejahteraan petani pun diambil seperti terlihat dengan kebijakan impor beras. Baginya, petani adalah segalanya. Raja juga mengharapkan kepada para politikus, aparat negara, dan segenap lapisan masyarakat untuk tidak selalu melibatkan raja agar terjadi proses pembelajaran politik di negaranya."

Bersandar pada anggapan bahwa "Sepak bola adalah cerminan bangsa" maka bisa disebutkan Thailand mengagungkan seorang sosok pemersatu. Dia menjadi bagian dari penyemangat perjuangan. Intergritas di kehidupan berpolitik, bermasyarakat maupun berolah raga. Ia mampu mendamaikan pihak-pihak politik yang bertikai. 

Sepakbolanda menilai Indonesia dan Malaysia saat ini perlu memiliki sosok seperti Raja Rama IX ini. 

Kisruh bisa berhenti ketika ada campur tangan orang yang dihargai yang dihormati kedua kubu. Indonesia tidak harus menganut agama Budha, tetapi perlu bercermin pada Thailand.