Senin, Desember 08, 2014

Haruskah Indonesia Meniru Suriname?

26 Desember 2014 hari bersejarah bagi persepakbolaan Suriname. Kali pertama timnas Suriname diisi pemain keturunan Belanda lawan juara Trinidad dan Tobago.

Pertandingan bertajuk persahabatan, tidak masuk dalam agenda resmi itu, mempertandingan tim Juara Trinidad & Tobago lawan Timnas Suriname yang diisi pemain keturunan Belanda. Berikut ini kemungkinan susunan timnas Suriname. 


Pelatih: Dean Gorré

KIPER:
  • Eloy Room (Vitesse Arnhem)
  • Boy Waterman  (Karabukspor Turki)
BELAKANG:
  • Ryan Donk (Kasimpasa Turki) 
  • Milano Koenders (Kapten), 
  • Gianni Zuiverloon (ADO Den Haag)
  • Donovan Slijngard (SC Cambuur)
  • Calvin Mac-Intosh (Cambuur)
TENGAH:
  • Evander Sno ( ex-Westerlo Belgia)
  • Lorenzo Davids (Randers FC Denmark)
  • Ryan Koolwijk (NEC Nijmegen)
  • Ronald Alberg (ADO Den Haag)
  • Dion Malone (ADO Den Haag)
  • Giliano Wijnaldum (Go Ahead Eagles)
DEPAN: 
  • Rydell Poepon ( ADO Den Haag)
  • Généro Zeefuik (FC Groningen)
  • Marvin Zeegelaar (Rio Ave FC Portugal)

Rencananya pada Juni 2015 nanti, parlemen Suriname akan menggolkan Undang-undang yang memungkinkan Dwi Paspor bagi pemain sepak bola keturunan Suriname Belanda. Mereka bisa mengikuti kwalifikasi Piala Dunia 2018 atas nama Suriname.

FIFA Dukung
Pelatih dadakan Dean Gorré (ex-Ajax) dalam wawancara mengatakan bahwa FIFA menyambut baik gagasan dwi paspor ini. "Saya sudah lama memimpikan timnas Suriname yang kuat, dan sekarang FIFA mendukung gagasan itu."

Paspor Ganda
Suriname secara hukum sampai saat ini tidak mengijinkan kepemilikan paspor ganda. Namun berkat sosialisasi yang dilakukan berbagai pemain keturunan Suriname di Belanda, seperti Aaron Winter, Clerance Seedorf dan Nordin Wooters akhirnya parlemen menyetujui untuk peninjauan kembali undang-undang. Mereka menyadari bahwa proses pemahaman publik, memerlukan waktu dan kesabaran.


Trinidad & Tobago
Faktor yang mendorong Suriname akhirnya melakukan langkah Dwi Paspor, karena negara-negara di sekeliling. Saingan dalam kwalifikasi  sudah terlebih dahulu menerapkan sistem itu. Jamaica mengesahkan Duo Paspor pada tahun 1998 dan Trinidad & Tobago juga melakukannya pada tahun 2006. Trinidad & Tobago bahkan berujung pada partisipasi di Piala Dunia 2006 di Jerman. Salah satu pemain yang mendapatkan duo paspor adalah  Dwight Yorke, sang kapten. 


Potensial
Pelatih Gorrė berharap timnas Suriname yang berisi gabungan pemain lokal dan naturalisasi bisa sukses lolos putaran akhir Piala Dunia. "Proyek ini sebenarnya bukan saja untuk generasi sekarang, tapi juga generasi setelah ini. Kalau FIFA saja heran, kenapa kita tidak memanfaatkan aturan untuk menggunakan pemain potensial." 


Pandangan Sepakbolanda
Sepakbolanda melihat bahwa para pemain sepak bola dan mantan pemain sepak bola keturunan Suriname di Belanda semangat untuk melakukan itu.  Namun mereka sangat tergantung pada kesiapan publik di Suriname sendiri. Proses perundangan tidak bisa dipaksakan. Gorrė hanya bisa berharap akhir yang positif. 


Pertandingan persahabatan yang akan digelar 26 Desember ini, secara tidak langsung merupakan sebuah upaya meyakinkan publik di Suriname sendiri soal kekuatan pemain yang ingin membela negara mereka. 

Bagaimana Indonesia?
Bagi negara lain seperti Indonesia, kasus Suriname juga merupakan preseden. Sebab Indonesia juga berhadapan dengan Philipina, tetangga yang sudah menerapkan naturalisasi untuk sepak bola. Timnas the Azkals tampil di AAF 2014 dengan 90% pemain keturunan yang berasal dari Eropa. 


Apakah Indonesia kemudian harus seperti kebakaran jenggot dan mengikuti langkah Suriname? Walaupun sudah banyak pemain keturunan Indonesia di Belanda yang menyatakan siap berseragam Garuda kalau bisa memiliki parpor ganda, tapi Sepakbolanda memilih menahan diri. Sebaiknya tidak tergesa-gesa. Lihat dulu perkembangan di Suriname. Dan memperbaiki kompetisi usia dini. 

Pembibitan
"Bila ingin menjadi seperti Jerman, ya tiru secara totalitas sistem pembibitan di Jerman." Bukan hanya mengangkut timnas Jerman, tapi meniru bagaimana Jerman melahirkan sampai menjadikan pemainnya hebat-hebat.




© NOTE: Mohon menghargai karya tulis . Jika Anda mencantumkan sebagian atau seluruh tulisan ini ke koran, website atau dinding Anda, mohon mencantumkan sumber www.sepakbolanda.com Terima Kasih. 
Posting Komentar