Rabu, November 26, 2014

Coach Keturunan Untuk Kemajuan Bola Indonesia

Kekalahan menyakitkan timnas Indonesia 4-0 dari Philipina di AFF2014, semakin menguatkan kebutuhan akan methoda sepakbola. Ada alih ilmu dari Belanda.

Sepakbolanda menyambut baik upaya alih ilmu bola dari luar untuk memajukan sepak bola Indonesia. Sebesar atau sekecil apapun kontribusi itu, akan bisa bermanfaat. Sebab PSSI sendirian tidak bisa mengakomodir kebutuhan jutaan pasang kaki dalam wilayah Nusantara yang sangat luas.

Sentuhan pelatih-pelatih asing bisa memberi manfaat bagi perkembangan sepakbola dan individu.  Berikut ini beberapa nama dan klub yang aktif di Indonesia dalam skala kecil. 

Klub Raksasa
Klub-klub besar Eropa memang sudah memasarkan ilmunya ke Indonesia dengan motif penyebaran, popularitas klub dan juga komersial. Sejak beberapa tahun berdatangan sekolah sepakbola: Liverpool, Arsenal, Real Madrid, Barcelona di masyarakat luas.

Inisiatif Individu
Fokus tulisan ini lebih pada pembinaan yang muncul dari gagasan individu dan datang dari hati. Selain klub besar, ada berbagai inisiatif yang terlahir dari orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap Indonesia. 

Mereka ingin berbagi ilmu sepak bola dengan anak-anak yang di seluruh Nusantara. Seperti diungkap Ronald Lepez, coach keturunan Indonesia yang melatih SSB Terang Bangsa di Semarang.
"Sebagai mantan pemain sepak bola, saya tidak bisa merubah dunia. Tetapi bisa merubah kehidupan seorang anak."

Ezra Walian, pemain #keturunan Indonesia di Akademi Ajax Amsterdam adalah pemuda yang peduli pada Indonesia. Dia juga sudah dua kali didampingi ayahnya Glenn Walian berturut dalam dua tahun (2013 dan 2014) memberi clinic kepada anak-anak panti asuhan di Jonggol dan pemain bola cilik di Manado.

Si kembar Vincent dan Donovan Partosoebroto juga menggelar clinics di Jakarta tahun 2013. Didampingi dua pelatih dari Belanda mereka memberikan pelatihan singkat di lapangan Lebak Bulus Jakarta.

Jason Latumaerissa, pelatih di sekolah sepakbola kondang Belanda, Balcontrole dan mantan asisten Foppe de Haan sempat memberikan pelatihan di dua SSB kondang di Tangerang, 2014. Bekerjasama dengan Sepakbolanda, Jason berbagi ilmu tehnik sepak bola Wiel Coerver kepada para bakat di sana. 

Selain itu masih ada sederetan nama yang memberikan kontribusinya bagi anak-anak Indonesia. Pelatihan yang mereka berikan hanya satu sampai beberapa hari. "Terlalu singkat untuk bisa memberikan dampak signifikan." 

Jangka Panjang
Ronald Lepez mantan pemain SC Herenveen dan pernah menjadi pelatih KNVB dan sekarang menjabat sebagai pelatih utama di SSB Terang Bangsa. Ronald seperti dilansir di situs AwasKaki mengembangkan programa pelatihan mencontoh seperti di Belanda.

Anak-anak mendapat porsi pelatihan 1,5 jam, tiga kali seminggu untuk usia U6 sampai U18. Latihan berlangsung sore setelah sekolah. Setiap kelompok usia berisi 30 anak yang dibimbing dua pelatih lokal Indonesia. 

Penjaga gawang mendapat pelatihan khusus dan saat ini SSB ini sudah memiliki 300 murid. Anak-anak berasal dari Semarang dan sekitarnya. Untuk mengantisipasi kekosongan kompetisi, klub menyelenggarakan mini tournament secara teratur. Biasanya dilakukan pada Sabtu, seperti di Belanda.

Dalam pembimbingan, SSB Terang Bangsa menggunakan methoda bimbingan individu. "Setiap anak mendapat perhatian yang sama. Sehingga kami bisa mengetahui berkembangan individu. Kami harap mereka bisa berkembang menjadi pemain profesional." 

Kesuksesan pemain diharapkan bisa mengangkat nama Semarang. Sepakbolanda melihat bahwa bimbingan yang profesional dan dilakukan dengan hati, maka program di Semarang ini bisa menjadi percontohan. Barang kali ini bukan satu-satunya, tapi bisa menjadi pembanding.