Kamis, November 27, 2014

Belum Separah Sepak Bola Indonesia, Belanda Bergerak

Asosiasi Sepak bola Belanda, KNVB menggelar kongres Desember 2014. Negeri Total Football merasa kehilangan jati dirinya dan ingin mencari solusi. 


Situasi di Indonesia sebenarnya menyerupai Belanda, sama-sama ditinggal jiran-jiran se keliling.
Belgia, Jerman, Austria para tetangga Belanda kelihatan mulai membukukan berbagai sukses. Bakat muda mereka lebih sukses dan bermain di liga-liga besar. Sedang pemain Belanda yang mencolok, jumlahnya terbatas.  Oranje sudah kedodoran di laga persahabatan lawan Belgia dan Jerman. 

Sama halnya Indonesia yang seakan sepak bolanya dribble di tempat. Malaysia, Singapura mulai menuai hasil bertahun-tahun pembenahan sepak bola dan kompetisi. Tamparan paling hangat dirasakan Indonesia baru-baru ini. Dipaksa menelan empat pil kering dan pahit oleh timnas Filipina, The Azkals. Sampai sekarang serak di kerongkongan masih terasa. Bingung antara mau marah atau nangis. 

Dalam menghadapi situasi tidak nyaman ini, ada baiknya untuk saling belajar. Sepakbolanda melihat Belanda mulai berbuat sesuatu. Bagaimana dengan Indonesia?

Publik di Belanda merasa prestasi sepak bola Negeri Total Football sudah beberapa tahun ini terpuruk. Klub-klub Belanda tidak lagi bisa bersaing di Eropa. Jangankan dengan negara besar Italia, Jerman, Spanyol. Dengan klub-klub dari negara dan kompetisi kecil Eropa saja kewalahan.

Terakhir kali klub Belanda, menjuarai Champions League (Piala Eropa 1) Ajax 1995 hampir 20 tahun silam. Klub papan atas Ajax, PSV, Feyenoord kewalahan menghadapi klub-klub dari negeri berkembang di Eropa Timur dan negara kerdil lainnya. 

Belum lagi timnas senior Belanda, selepas Piala Dunia Brazil, mulai melemah. Ditambah lagi penurunan prestasi timnas junior Belanda di ajang internasional. Keprihatinan itu mendorong terselenggarakannya diskusi akbar: mencari penyebab dan solusi program jangka panjang.

KNVB memprakarsai acara diskusi yang berlangsung pada Senin 15 Desember 2014. Berbagai nama besar diundang jadi pembicara. Guus Hiddink pelatih timnas Belanda dan sekaligus calon petinggi urusan teknis di KNVB adalah salah satu penyelenggara acara ini. 

Pembicara berasal dari dalam dan luar Belanda. Dari dunia sepak bola dan cabang lain top sport.

Johan Cruyff, Wim Jansen dan Jaap Stam akan menjadi pembicara pada acara diskusi itu. Mereka dinilai memiliki pandangan dan visi baik dalam pengembangkan pembibitan usia muda. 

Selain itu pelatih sukses dari cabang lain olah raga, seperti Robert Eenhoorn (Baseball), Gerard Kemkers (Ice skating), Cor van der Geest (Judo).

Kongres yang berlangsung di stadion FC Utrecht, Galgenwaard itu juga akan membahas "perbaikan pendidikan usia dini. Dan merumuskan program jangka panjang."