Kamis, Oktober 16, 2014

Opini: Bagaimana Hiddink Turun dan Siapa Penggantinya?

Guus Hiddink pelatih timnas Belanda berada di ujung tanduk. Walaupun punya segudang pengalaman, dia tampaknya tidak mampu membangunkan lagi de Oranje. 



Seri Negatif
Dengan rentetan hasil mengecewakan hanya sekali menang dan tiga kali kalah dalam empat pertandingan terakhir, membuat Guus Hiddink bahan bulan-bulanan media. Keterpurukan ini bukan saja jadi buah bibir media tapi juga publik luas Belanda.



Racikan Kuno
Banyak yang mulai berspekulasi dan menilai bahwa racikannya sudah terlalu kuno dan sentuhannya tidak ampuh lagi seperti ketika menangani Australia atau Korea Selatan. Penampilan timnas Belanda lawan Italia, Ceko dan Islandia kalahdan dianggap tidak layak untuk Belanda. Keputusannya dipandang penuh keraguan.


Pelatih Muda
Secara luas, publik dan media Belanda mengharapkan segera ada perubahan. Guus Hiddink dianggap gagal dan sudah semustinya diganti dengan yang muda. Suara itu sebenarnya sudah ada ketika setahun lalu ada pro kontra antara pencalonan Ronald Koeman sebagai pelatih timnas Belanda. Awalnya nama Koeman terlebih dulu disebutkan sebagai kandidat. Nama Hiddink baru muncul belakangan. 

Penerus Tahta
Hiddink yang akhirnya terpilih karena dia dianggap sudah senior, penuh pengalaman, dia hanya akan menangani Oranje sampai dengan Euro 2016 Prancis saja. Setelah itu Hiddink bersedia menyerahkan tampuk kepelatihan kepada generasi muda Danny Blind. 

Saat ini Blind menjadi asisten pelatih Oranjye, itung-itung magang dan pemanasan. Setelah tongkat estafet sampai ke tangan Blind, rencananya Hiddink akan menjadi penasihat di Asosiasi Sepak Bola Belanda, KNVB. Dan melibatkan diri dalam pembinaan usia dini.

Tak Terduga
Secara konsep Sepakbolanda bisa memahami pemikiran KNVB dan Guus Hiddink itu. Mereka menatap ke depan. Tapi situasi saat ini, bahwa timnas Belanda terpuruk. Urutan ketiga World Cup di Brasil, menjadi tidak berdaya menghadapi Ceko dan Islandia, tidak ada yang berani menduga.

Darurat
Hari-hari belakangan ini KNVB dan Guus Hiddink melakukan pembicaraan darurat yang berlangsung tertutup. Dari hasil pembicaraan ini diharapkan muncul titik terang. Sementara itu bola panas dari publik dan media makin liar saja, dan membuat posisi Hiddink makin tidak nyaman dan tidak pasti. 

Lengser Keprabon
Masyarakat Belanda masih menghargai Guus dan jasanya mengangkat sepak bola Belanda di kancah dunia. Publik tidak akan mengkudetanya dan menuntutnya turun. Tapi harapannya sangat besar bahwa Guus Hiddink sendiri yang mengumumkan mundur dan segera menunjuk penerusnya.

Eka Tanjung dari Sepakbolanda menilai Guus mundur itu sudah pasti, tapi waktunya saja yang masih harus ditentukan. Setelah itu akan muncul polemik baru: Siapa penggantinya? 

Polemik Penerus
Soal penerus bisa ramai lagi. Sebab Danny Blind yang diproyeksikan mengambil alih pada Juli 2016 belum sepenuhnya siap. Baik secara kemauan maupun kemampuan. Sedangkan pengamat menilai ada nama-nama lain yang lebih layak. Seperti Frank de Boer dari Ajax.