Senin, September 22, 2014

Pro Dan Kontra Bakat Sepak bola Pindah Negara

Kepindahan Pietro dari Belgia ke Italia tidak saja menuai pujian. Kalangan pengamat menilai 9 tahun masih terlalu muda untuk direnggut dari lingkungannya.


Bocah kelahiran 17 November 2004 itu beberapa hari lalu menjatuhkan pilihan ke AS Roma, klubnya #keturunan Radja Nainggolan. 


Di ibukota Italia itu Pietro merasa cocok. Kepada media Belgia, Pino Tomaselli ayah kandung Pietro mengatakan:"Pilihan ini bukan karena alasan uang." 


Publik sepakbola kagum dan sekaligus kaget. Seorang bakat yang sudah tampak sejak kecil. Namun muncul pula berbagai pertanyaan, bagaimana dengan izin tinggalnya bocah kecil ini? Dan bagaimana perkembangan mentalnya?

Joris Lambrechts peneliti dari Universitas Gent menilai kepindahan bocah 9 tahun itu berrisiko bagi sang anak.


"Kami tidak meragukan niat baik sang ayah untuk putranya, tapi tanpa disadari tekanan mental pada si anak sangat besar. Bayangkan saja, bagaimana rasanya seorang anak usia 9 tahun, menyaksikan pengorbanan orang tuanya berpindah negara?" 

Selanjutnya ditambahkan:"Anak kecil tidak bisa mengungkapkan perasaannya jika sedang galau atau tidak gembira." 

Peneliti ini menilai 9 tahun masih terlalu muda. "Jika memang ada bakat, sebaiknya dipelihara. Biarkan seorang anak tumbuh alami. Saat ini mungkin orang tua sudah memikirkan terlalu jauh, karir dan uang. Tapi sebaiknya tunggu dulu sampai usia 14 atau 15 tahun. Di usia itu kalau tetap berbakat, dia pasti dapat kesempatan. Dengan usia itu si anak bisa ikut menentukan pilihannya," petuah dari ilmuwan di Universitas Gent Belgia.