Selasa, September 23, 2014

Opini: Gigitlah Suarez, Namamu Dijamin Abadi!

Rabu besok adalah kesempatan emas bagi salah satu pemain timnas Indonesia U19 untuk mengabadikan diri dalam sejarah dunia. Syaratnya: Gigit Suarez!


Pada laga persahabatan Barcelona B menjamu timnas U19 asuhan Indra Sjafri, Rabu 24 September 2014 besok di Barcelona adalah momentum pas untuk mengabadikan diri. Nama pemain Indonesia ini akan terukir selamanya dalam sejarah sepak bola, bahkan sejarah dunia.

Seluruh media sosial akan marak membicarakannya. Berita ini akan melejit di Twitter, Facebook dll menjadi 'trending topic'. Koran-koran online maupun tabloid akan membicarakannya dan mencari tahu jati diri pelaku. Apalagi kalau 'operasi' ini dilakukan dengan terkoordinasi dengan baik. Ada yang membuat foto atau filmnya. 


Foto dan film diperlukan untuk publikasi. Sebab beberapa media lokal Spanyol yang dikabarkan bakal menyiarkan pertandingan persahabatan ini, jumlah kamera untuk laga semacam ini terbatas. 

Tidak semua gerakan Suarez akan terrekam oleh kamera. Termasuk ketika dia menerima gigitan. Maka akan ideal kalau kejadian itu diabadikan.

Media sosial maupun tradisional bukan saja akan mencari tahu nama pelakunya, tapi juga motif nya. Nah ini yang paling penting. Eka Tanjung dari Sepakbolanda menilai bahwa aksi ini ditujukan sebagai peringatan dan efek jera kepada Suarez. "Give him a taste of his own medicine!"

El Pistolero sudah tiga kali berulah. Pada insiden pertama di Liga Belanda 20 November 2010, Suarez dihukum dengan skorsing dan denda uang. Pada insiden dengan Branislav Ivanovic 24 April 2013 sudah resmi menyatakan penyesalannya namum, ia mengulangnya kembali pada Piala Dunia 2014 lalu di Brasil terhadap Giorgio Chiellini (Italy).

Saat ini dia  menjalani masa hukuman. hanya bisa bermain di laga-laga non-agenda resmi. Tampil dalam laga persahabatan adalah pemecahan terbaik untuk memelihara ketajaman 'Sang Penembak' di tim dua, Barcelona B. 

Topskorer liga Belanda dan Inggris itu diganjar larangan 9 pertandingan untuk timnas Uruguay. Dan larangan empat bulan laga resmi sepakbola, sampai Oktober 2014. Selain itu FIFA menjatuhkan denda sekitar  Rp. 1,2 M. 

Hukuman yang ditujukan sebagai upaya menghentikan kebiasaan menggigit itu menurut Eka Tanjung belum bisa membuatnya jera. Ada satu cara lagi yang harus dirasakan sendiri oleh Luis Suarez, yaitu digigit lawan. 





Tugas Mulia
Maka Rabu besok ini adalah momentum atau sebuah tugas mulia bagi salah satu pemain Garuda Jaya untuk memberi pelajaran pada Suarez. Karena hanya penggigitan lah satu-satunya pelajaran yang bisa diberikah Garuda Jaya kepada Suarez, Barcelona, dan seluruh sepak bola dunia. 

Eka Tanjung tidak menemukan satu pun, aspek sepakbola yang bisa dipetik oleh Suarez dari Garuda Jaya. Passing, Kombinasi, Shooting, Positioning mereka sudah sangat mahir. Soal sepakbola tidak ada pelajaran dari Garuda Jaya, kecuali pelajaran hidup. 

Pemain Yang Cocok
Kalau Sepakbolanda melihat nama di Garuda Jaya, Maldini Pali atau Paolo Sitanggang adalah sosok yang cocok untuk menjalankan tugas mulia ini. Maldini atau Paolo adalah nama yang mendunia, terdengar Italia. Mungkin orang akan menduga dia adalah saudaranya Giorgio Chiellini. Media seantero dunia akan mengulasnya dan untuk mengukir keabadian itu resikonya tidak terlalu besar tapi dampaknya luar biasa.


Ini bukan pertandingan resmi, maka Suarez bisa main, sehingga tidak ada konsekuensi dari FIFA atau UEFA. 

Sebab tanpa ada insiden gigit Suarez, maka laga Barcelona B vs Garuda Jaya akan terlewatkan dalam sejarah seperti Pelangi di sore hari. Semua orang senang melihatnya, tapi tidak ada kenangan istimewa.



Sepakbolanda mengharapkan bangkitnya pahlawan semodel Hendri Ezi Mulyadi. Rela berkorban turun ke lapangan merebut bola dan mencontohkan cara menggiring bola dengan baik, demi perubahan dalam sepak bola. 

Kalau Hendri digadang kelak jadi Ketum PSSI. Maka tidak heran kalau penggigit Suarez akan digadang menjadi Ketua Umum FIFA. Walaupun harus mendekam semalam di sel, semustinya tidak gentar, Nelson Mandela saja 25 tahun di penjara tidak takut. Siapa berani mengentikan Suarez?