Rabu, Agustus 06, 2014

"Saya Melatih Otak, Bukan Kaki"

Louis van Gaal, sedang hot.  Manager baru Manchester United disanjung sejak mampu mengantarkan klub urutan ke tujuh Liga Inggris musim lalu menjuara Champion Cup di Amerika Serikat. 


Tegas, Jelas
ManU menggilas tim-tim papan atas Eropa. Real Madrid disingkirkan dengan 3-1. Liverpool disudahi di final 3-1. Mantan pelatih Timnas Belanda itu disebut mampu mengembalikan kepercayaan pemain dan tim.  Kebanyakan pemain menyanjungnya. "Dia (Van Gaal) pelatih yang tegas. Tapi jelas," ungkap Wayne Rooney, kapten ManU.

Rooney Ceria
Striker gempal itu pun tampak sumringah dalam dua pekan bersama Van Gaal di Amerika. Keceriaan yang tidak ditemukan pada si Wazza, sepanjang musim lalu bersama David Moyes.



"That's a stupid question" di detik: 52"

Bedakan saja ungkapan David Moyes ketika memulai tugas di ManU. Dia berkata semacam: "Saya merasa sangat terhormat mendapatkan tugas ini." Ini menandakan bahwa Moyes merasa jabatan manajer masih di atas kemampuannya.

Sementara Van Gaal memulai tugas di ManU dengan mengatakan, "pekerjaan ini cocok buat saya." Dia merasa bahwa kualitasnya memang sudah pas buat ManU. "Saya pernah menangani Barcelona, juara Spanyol. Melatih Ajax nomor satu di Belanda. Melatih tim nomor satu Bundesliga, Bayern. Sekarang saya memegang tim nomor satu Inggris," katanya pada konferensi pers mengawali tugasnya di Manchester.



Detik 3':16" "Melatih tim nomor satu Spanyol... nomor satu Inggris."

Dengan ungkapan itu maka sebenarnya, Van Gaal sudah mengatakan mampu menjadikan ManU juara Inggris. Dia tidak menyebutkan waktunya, tapi dia yakin bisa.

Percaya Diri
Menurut Sepakbolanda: hanya pelatih yang punya kepercayaan diril yang tinggi lah, yang mampu menulari kepercayaan diri pada tim.

Seperti halnya Johan Cruyff, Van Gaal sudah merupakan legendaris sepak bola yang punya ciri dan cara sendiri. Van Gaal adalah manajer yang ingin pegang semua kendali. Berbekal buku tulis, dia mencatat semua hal yang dinilainya penting. Dan hal-hal itu banyak sekali.

Kepada media di Inggris, Van Gaal mengatakan: " Saya melatih otak, bukan kaki." Dengan ungkapan-ungkapan khas semacam itu, awak media sangat senang menemukan kutipan orisinal.

Konfrontasi Media
Selama di Belanda menangani AZ, Ajax dan Oranje, tidak jarang juga Van Gaal mencari konfrontasi dengan awak media yang mewawancarainya. Sikap melawan dan marah Van Gaal itu, menurut Sepakbolanda punya tujuan. Van Gaal biasanya memasang badan untuk melindungi para pemain dan stafnya yang sedang jadi sasaran kritik.



Pasang Badan
Sepakbolanda tidak pernah memergoki Van Gaal mengamini kritikan wartawan tentang pemain asuhannya. Dengan melakukan perlawanan dan menyalahkan media, saat wawancara dia mencoba mengalihkan sasaran tembak. "That's a stupid question," jawabnya.

Kalau Manchester United bermain berdasarkan filosofi Van Gaal, maka Sepakbolanda tidak heran kalau ManU sudah akan juara musim depan ini. Berbahagialah para fans Manchester United!