Senin, Juli 28, 2014

Alex Dimas, Dari Bego Jadi Jago

Alexander Dimas, bocah #keturunan Indonesia-Belanda berusia 5 tahun. Berkat latihan serius selama setengah tahun akhirnya mampu berubah dari bego ke jago.


Enam bulan lalu si Alex masih belum bisa apa-apa, kata ibunya. Dia sering jatuh dan tidak mendapatkan bola di timnya Kurcaci usia bawah 5 tahun di kompetisi SC Diemen. "Awalnya dia tidak bisa sepak bola. Tapi ayahnya mengirim dia ikut camp setiap dua bulan. Dua kali dia ikut camp 5 hari, sekarang jago giring bola." Ungkap Wati perempuan asal Indonesia itu tentang putranya. 


Sepakbolanda menyaksikan sendiri, Alexander Dimas bersemangat menggiring bola bersama kawan-kawan seusianya di Sekolah Sepakbola Balcontrole di Diemen. Walaupun cuaca hujan, namun anak-anak sepertinya menikmati permainan sepak bola dan tidak menghiraukan air yang turun dari langit membasahi kepala anak-anak kecil itu. 


Alexander Dimas
"Alex, ayo pakai jas hujannya," teriak Wati dari pinggir lapangan kepada putranya yang sedang berebut bola dalam pertandingan 4 lawan 4. 

"Saya khawatir nanti Alex masuk angin," tukas Wati kepada Sepakbolanda.  Namun anak semata wayangnya itu hanya melirik ke ibunya yang sedang melambai-lambaikan jas hujan warna biru. Tapi bocah yang baru lewat balita itu, tidak menghiraukan, bahkan seperti tidak peduli.

Suaminya yang sejak tadi sudah berdiri di antara puluhan orang tua yang menonton camp Balcontrole di pinggir lapangan, mencoba menenangkan istrinya. 

Pria Belanda berkepala licin itu, senang anaknya sekarang sangat fanatik bermain sepak bola. "Biar lah badannya jadi kuat, jangan takut masuk angin." ungkapnya dalam bahasa Belanda. 

Masuk Angin
"Cuaca di Belanda, memang sering hujan mau bagaimana lagi. Musim hujan, turun hujan. Musim panas juga turun hujan. Sepanjang tahun pasti turun hujan tanpa bisa diprediksi. Kalau harus masuk rumah setiap hujan, kapan bisa main sepak bolanya," ungkap pria itu sembari mengatakan bahwa dirinya sejak dulu sering kehujanan tidak pernah masuk angin. 


Setelah sesi pertama usia, Alexander Dimas pun akhirnya merapat ke pinggir lapangan. Mereka sudah akan mengakhiri latihan. Pekan ini sudah kedua kalinya dia mengikuti latihan di sekolah sepakbola. "Dia ingin menjadi pemain sepak bola," kata ibunya. 
Dan ayahnya yang orang Belanda itu siap memberi segala kesempatan pada Alexander untuk menjajal setiap cabang olah raga.

"Setiap minggu dia juga ikut les, Ski. Supaya dia bisa merasakan dan mencoba olah raga, yang saya dulu tidak pernah dapatkan."  demikian pria Belanda itu sedikit curhat tentang masa kecilnya yang tidak mendapat kesempatan menjajal setiap olah raga.