Jumat, Juli 18, 2014

ADO Den Haag Jatuh ke Tangan China

ADO Den Haag, klub liga tertinggi Eredivisie resmi milik perusahaan investasi asal China. Apakah sepak bola China bisa ikut maju dengan perkembangan ini?


Pemilik Baru
Klub ibukota pemerintahan Belanda, ADO Den Haag resmi menjadi milik perusahaan investasi asal China.  Demikian Sepakbolanda menangkap berita dari Omroep West. Nama baru pemiliknya adalah Mr. Hui Wang, ungkap Algemeen Dagblad. 


Dengan demikian Wang sebagai pemilik United Vansen International Sports Co mengambil alih mayoritas saham ADO dari pengusaha asal Rijswijk Belanda, Mark van der Kallen. Tahun 2008 lalu Van der Kallen mengambil alih klub, karena nyaris 
bangkrut. 

Mr. Wang (Pic: omroepwest.nl)

Beberapa hari lalu pemerintah kota Den Haag memberikan izin pengambilalihan ini. Jumlah penjualan tidak disebutkan dalam penandatanganan. Sepakbolanda menemukan pada sumber lain bahwa pemilik baru merogoh kocek € 25 juta, sekitar Rp. 400 M.

Walaupun sebagaian besar fans menentang pengambilalihan oleh asing, namun masalah finansial tidak bisa dipecahkan. Di bantu oleh pemda Den Haag pun tidak bisa memberikan alternatif penyelamatan klub kebanggaan ini. Sehingga pemerintah tidak bisa menghalangi ketika muncul tawaran asing. 

United Vansen
Nama United Vansen dikenal karena menjadi penyelenggara upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade Beijing 2008. Selain itu mereka juga menggelar berbagai pertandingan penting sepak bola ke China. 

United Vansen International Sports Co ingin mengangkat ADO berbicara di kancah Eropa. Mereka berencana: 

  • Mendatangkan pemain-pemain baru yang berkualitas. 
  • Berinvestasi di Akademi pembibitan. 
Melihat dua pilar program di atas ini maka tidak heran kalau dimasa mendatang Den Haag menjadi tempat pemain-pemain muda asal China untuk pematangan  menuju liga-liga lebih besar di Eropa. 

Vitesse Arnhem
Hal itu sudah dicontohkan dengan Vitesse Arnhem yang jatuh ke tangan Georgia, Pecahan Uni Sovyet. Pemilik pertama Merab Zjordania lalu ke tangan Shalva Chigirinsky. Kehadiran pengusaha Georgia ini juga berpengaruh pada munculnya nama-nama pemain dari negeri mereka seperti Valeri Qazaishvili dan Guram Kashia. 
Belajar dari kasus Vitesse, maka sebenarnya sepak bola diuntungkan dengan keterlibatan asing. Stadion jadi bagus dan pertandingan juga jadi makin seru dengan pemain-pemain kualitas.

Indonesia Bisa
Sepakbolanda tidak heran kalau nanti ADO akan mengambil nama-nama besar dan juga mendatangkan nama bakat-bakat dari China. Kalau begitu pengusaha Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama di Belanda, sebagai sumbernya pembibitan sepak bola dunia. Dan mematangkan bakat Indonesia.

#keturunan
Sepakbolanda juga ikut gembira karena salah satu pemain #keturunan Indonesia, Xander Houtkoop menjadi salah satu pemain baru mulai musim 2014/15 ini. Walaupun disaat yang sama kehilangan Christian Supusepa.