Sabtu, Juni 14, 2014

Sukses Timnas Belanda Bermula di Jakarta

Kemenangan telak Belanda atas Spanyol 5-1 di Brasil mengagumkan dan kemungkian perombakan tim asuhan Louis van Gaal bermula di Jakarta.

Mei 2013 timnas Belanda melakukan persahabatan lawan Timnas Garuda. Ketika itu Louis van Gaal mengambil band kapten dari tangan Wesley Sneijder  dan menyematkan ke kapten baru Robin van Persie. Wesley Sneijder tidak pernah merahasiakan kepedihan kehilangan band kehormatan ini. Kepada media Belanda, ia mengatakan kehilangan band kapten sangat menyakitkan.

Sumbangan
Kalangan umum di Belanda menduga Van Gaal tidak puas dengan prestasi Sneijder karena performanya kurang bagus dan juga badannya kegemukan. Namun Sepakbolanda membaca bahwa Van Gaal kecewa karena Sneijder tidak mengikuti sarannya untuk menyumbangkan honor laga di Indonesia kepada yayasan.



Dukung
Selain Sneijder masih ada beberapa pemain yang menolak menghibahkan honornya untuk tujuan sosial. Sedangkan Van Persie dan Robben justru mendukung gagasan menyumbangkan honor untuk disumbangkan pada kaum tidak mampu. Mengenai kebenaran ini masih belum ada yang mau menguatkan secara langsung.

Manchester United
Faktanya Robin van Persie menjadi komandan baru di timnas Belanda. Sebuah kehormatan yang tampaknya cocok dan mempermulus komunikasi antar pemain dan skuad dengan staf pelatih. Selebrasi gol penyama Van Persie 1-1 lawan Spanyol dengan Van Gaal, membuktikan kekompakan hubungan mereka. Kerjasama ideal ini bahkan bermuara pada kontrak Louis van Gaal ke Manchester United mulai musim depan.



Semua Senang
Robin van Persie konon berperan besar menjadi perantara komunikasi Van Gaal dengan Manchester. Dengan kerjasama yang baik ini maka buahnya bisa dirasakan semua pihak. Publik luas pencinta timnas Belanda merasa bangga, pendukung Manchester United teryakini dan publik umum juga merasa terhibur. Tidak rugi begadang dini hari, akhirnya disuguhi 6 gol spektakuler, bukan hasil 0-0.
Posting Komentar