Minggu, Juni 22, 2014

Nepal Lebih Kreatif dari Indonesia

Bimal Magar dan fans dari Nepal.

Timnas Indonesia gelar laga persahabatan lawan Nepal, 25 Juni 2014. Perkembangan timnas Nepal menunjukkan trobosan-trobosan yang bisa dicontoh Indonesia.

Melihat Indonesia (157) berposisi lebih tinggi dari Nepal (164) pada ranking FIFA, kemungkinan besar kita bisa memenangi pertandingan Rabu malam di Stadion Kajuruhan Malang itu.


Nepal Berani

Nino Bolang, Bimal Magar dan Eka Tanjung

Walaupun demikian Sepakbolanda melihat Nepal lebih berani melakukan langkah-langkah menuju perbaikan kualitas pemain sepak bolanya. Sepakbolanda mencatat beberapa trobosan yang dilakukan oleh ANFA, Asosiasi Sepak bola Nasional Nepal dengan maksud memberi peluang pemain muda menjajal timnas. 

Pemain Muda
Pertama mengenai komposisi skuad asuhan pelatih Jack Stefanowski yang berani menggunakan pemain-pemain muda dalam skuadnya. Striker Bimal Gharti Magar dan Ananta Tamang, keduanya masih berusia 16 tahun. Bukan kali pertama mereka memperkuat timnas Nepal. Magar sudah empat kali memperkuat timnas utama. 

Peremajaan
Stefanowski menyadari bahwa timnas Nepal harus menjalani proses peremajaan dan regenerasi. Dalam wawancara dengan GoalNepal.com, sang pelatih mengatakan hanya akan membawa pemain yang bugar untuk menghadapi Indonesia.  

Ke Eropa
Trobosan lain yang penting bagi Nepal adalah memberi kesempatan jam terbang kepada bakat muda untuk melakukan uji coba di klub Eropa. Striker Bimal Magar sudah dua kali melakukan trial di Eropa. 

Di FC Twente Belanda dan Anderlecht Belgia. Berbekal visa wisata, Bimal mengikuti berbagai latihan dan pertandingan persahabatan bersama FC Twente U16. Sebelum Twente memberi kejelasan tentang bintang muda Nepal ini, sudah muncul klub baru Anderlecht juara liga Belgia.

Setelah tiga bulan mengikuti latihan dan berpartisipasi dalam beberapa turnamen internasional Anderlecht langsung menawarkan kontrak setahun kepada "Messi dari Asia."  Mulai tanggal 20 Juli 2014 ini Bimal ditunggu di Anderlecht untuk persiapan musim kompetisi baru 2014-2015. Bimal bisa masuk Eropa berkat kinerja mantap Rene Koster, asisten pelatih Bangladesh yang punya jaringan klub di Eropa.




Jagjeet Shrestha
Selain itu gelandang Nepal, Jagjeet Shrestha juga mendapat kesempatan melakukan uji coba selama dua bulan di klub Polandia:  Jagiellonia BiaƂystok.  Shrestha berangkat 30 Juni 2014 ke Polandia berkat campur tangan mantan asisten pelatih timnas Nepal, Richard Orlowski  yang berasal dari Polandia.

Dari dua perkembangan ini menunjukkan keseriusan pengurus sepak bola nasional Nepal dalam upaya mengembangkan bakat-bakat. Menggunakan kanal staf pelatih asing untuk bisa menyambungkan dengan klub Eropa. Itu salah satu cara yang menurut Sepakbolanda bisa membantu.

Indonesia juga memiliki banyak bakat sepak bola yang bagus, dan punya pelatih Alfred Riedl dari Austria. Dengan modal ini seharusnya tidak sulit untuk mengirimkan bakat Indonesia bermain di klub-klub Eropa terutama Austria. 
Posting Komentar