Senin, Mei 12, 2014

Temuan Pebola Keturunan Indonesia Nambah Terus

Dalam pencarian pemain berakar Indonesia di Eropa, Sepakbolanda makin senang. Berikut ini nama-nama baru #keturunan. Roy Rijsdijk, Nazairo de Fretes dan Sebastian Czimmeck.

Istilah #keturunan menurut Sepakbolanda adalah " Anak, cucu, buyut, canggah atau canggah wareng dari seorang yang lahir di Indonesia, pra dan pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945: Majapahit, Hindia Belanda, Nusantara, RIS, Indonesia."

Roy Rijsdijk
Famili Rijsdijk
Dia adalah adik dari Jeffrey Rijsdijk gelandang serang di Go Ahead Eagles.  Ketika masih bermain di FC Dordrecht ia menyatakan kepada Sepakbolanda bahwa dirinya memiliki akar di Indonesia. Dari garis ibunya.

Nama Roy Rijsdijk muncul belakangan ketika ia bersama timnya SVS di Capelle aan den IJssel. Ia berhasil menjuarai Vierdeklasse B.

Sukses tingkat regional ini disampaikan langsung oleh sang kakak, Jeffrey Rijsdijk lewat laman Fecebooknya. "Selamat adikku, dengan gelar juara bersama SVS." Dalam fotonya dia bersama Roy dan kedua orang tuanya. Ayah  pria Belanda dan ibu tampak memiliki latar belakang Indonesia dari garis ibunda mereka.

Nazairo de Fretes
Sepakbolanda mendapat masukan dari teman di Makassar, Jori Sahanaya. Dia mengirimkan link video YouTube tentang pemain bakat #keturunan. Namanya Nazario de Fretes.

Gelandang serang gesit kelahiran 24-04-1999 mengawali karirnya dari klub SV Jong Ambon. Saat ini gelandang berkaki kidal ini bermain di tim U15 Sparta Rotterdam.

2 Mei lalu Nazairo untuk kali ketiga memperkuat timnas Belanda U15. Pelatih Sparta puas dengan perkembangan bakat asal Middelburg ini memiliki potensi secara teknis maupun mental yang komplit itu bisa menjadi profesional. Sepakbola akan terus memantau perkembangannya.

Sebastian dan Matthias Czimmeck
Sebastian dan Matthias
Sebastian Czimmeck pemain sepak bola kelahiran 25 Agustus 1999, bermain di Weder Bremen Jerman. Sebastian termasuk unik dalam jajaran pemain keturunan Indonesia yang selama ini masuk radar Sepakbolanda. Ia tidak bermain di Belanda tapi di Jerman.

Ayahnya orang bule Jerman. Sedangkan ibunya wanita Indonesia bernama Yeni Kirimang. Sepakbolanda mengawali kontak dengan sang ibu lewat Facebook. Dalam saut-sautan pesan langsung, Mbak Yani terkesan sangat merendah dan tidak sombong. "Dua anak (Sebastian dan Matthias red.)saya bermain sepak bola bang Djen. Tapi masih sebatas hobby," demikian ungkap wanita Indonesia yang mengaku rajin membaca tulisan di Sepakbolanda.com

"Saya sering baca tulisan di Sepakbolanda. Di banding pamain kawakan di sana, anak kami masih pemula," demikian bunyi salah satu sautan. Kami berjanji untuk menindaklanjuti komunikasi ini karena jarak Amsterdam dan Niedersachsen Jerman tidak sampai 400 km.

Daftar pemain #keturunan yang berhasil dihimpun Sepakbolanda.