Senin, Mei 05, 2014

Sosok di Belakang Sukses Frank de Boer di Ajax

(c) Ajax.nl

Frank de Boer membawa Ajax juara empat kali berturut Liga Belanda. Di belakang sukses itu sebenarnya ada seorang yang tidak terlalu dikenal: Hennie Spijkerman.


Namanya tidak sering disebut di media Belanda, apalagi media asing. Tapi kalau kita perhatikan baik-baik maka di samping Frank de Boer di dugout atau di sesi latihan selalu ada sosok pria tinggi berkacamata. Itulah Hennie Spijkerman mantan kiper di PEC Zwolle dan Go Ahead Eagles.

Frank de Boer dan Hennie Spijkerman kenal ketika Ajax dilatih Henk ten Cate tahun 2006. Pria kelahiran 28 Oktober 1950 itu sebagai asisten pelatih dan Frank magang di Ajax untuk pendidikan coach.


(c) Ajax.nl

Sejak perkenalan itu keduanya merasa cocok dan berjanji akan berkerja sama kalau Frank de Boer menjadi pelatih kepala. "Ketika berkerja untuk Ten Cate, kami berjanji akan melanjutkan kerjasama kalau saya menjadi pelatih di sebuah klub," demikian Frank de Boer kepada Ajax TV pada awal 2011.

(c) Ajax.nl Menjelaskan pada Jairo Riedewald

Kumpul Lagi
Janji itu akhirnya terrealisasi. Frank de Boer diangkat menjadi pelatih kepala Ajax dan dia meminta Hennie Spijkerman dan Danny Blind sebagai asisten. Saat itu Hennie yang mantan kiper itu sedang menjabat sebagai direktur teknis di Ajax Cape Town di Afrika Selatan.

Empat Kali
Ke Amsterdam 2011 sampai sekarang mendampingi Frank de Boer meraih empat gelar berturut-turut. Ketika Danny Blind pindah ke timnas Belanda membantu Louis van Gaal. Spijkerman tetap setia dan sekarang bersama Dennis Bergkamp dan Jaap Stam menjadi staf teknis.



Kualitas
Frank de Boer pada Mei 2013 lalu, sebelum menandatangani perpanjangan kontrak sebagai pelatih Ajax sampai 2017, menyodorkan tuntutan. "Saya ingin didampingi Hennie. Sebab dia memiliki kualitas yang saya tidak punya."  Permintaan de Boer pun akhirnya dikabulkan.

Dalam wawancara dengan media Spijkerman sendiri tidak terlalu banyak bicara. Pria yang juga pernah melatih Irfan Bachdim di HFC Haarlem itu lebih banyak mendapat pujian dari orang lain. Theo Janssen, gelandang serang yang pernah bermain di Ajax di bawah De Boer dan Spijkerman mengatakan:
"Spijkerman punya peran yang sangat penting. Soal berkomunikasi dengan pemain, Hennie lebih baik dari Frank. Hennie juga yang merancang program latihan. Kebanyakan orang tidak sadar pentingnya peran dia (Hennie.)" 
Indra Syafrie
Semuanya akan sepakat kalau sukses sebuah tim adalah hasil kerjasama semua jajaran di organisasi. Perusahaan bisa sukses kalau kerjasama timnya mulus, kesebelasan sepak bola juga demikian. Sejauh saya bisa menilai timnas U19 Ajax yang sukses, berkat kerjasama pelatih Indra Syafrie dengan stafnya. Coach Indra pasti punya seorang tangan kanan. Mereka bisa membicarakan masalah dan persoalan tim dengan orang tersebut dengan penuh kepercayaan.


Tottenham Hotspur ?Frank de Boer menemukan kecocokan dengan Hennie Spijkerman. Dan kerjasama ini akan terus berlanjut. Termasuk ketika nama Frank de Boer dikaitkan dengan klub Inggris Tottenham Hotspurs. Disebutkan pula bahwa de Boer akan membawa Spijkerman sebagai pendampingnya.  Kalaupun tidak ke Tottenham, saya yakin mereka akan tetap bersama sebagai sebuah tim. 

NB: Berita up to date mengenai perkembangan Ajax Amsterdam bisa difollow lewat akun Twitter resmi Ajax dalam bahasa Indonesia: @AFCAjax_Indo