Sabtu, Mei 17, 2014

Pendidikan Sepak Bola di Belanda

Ajax Amsterdam menutup tahun kompetisi sukses 2013-2014 dengan Ajax Tour Indonesia. Dalam kunjungannya di Indonesia, klub Amsterdam itu menekankan pentingnya akademi pembibitan bagi perkembangan sepak bola.


Pendidikan Usia Dini disebutkan pada beberapa kesempatan. Baik oleh pelatih Ajax Amsterdam, Frank de Boer maupun Direktur Pemasaran Edwin van der Sar. 



Frank de Boer pelatih yang membawa Ajax meraih sukses empat kali berturut menjadi juara liga tertinggi Belanda, de Eredivisie mengungkapkan itu usai pertandingan lawan Persija di Jakarta 11 Mei 2014.

Tehnik Dasar
Pada jumpa pers usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta itu, coach Ajax melihat beberapa kelemahan pada pemain tim Macan Kemayoran. Disebutkan bahwa beberapa pemain melakukan kesalahan dasar. Kesalahan itu bahkan menimbulkan terjadinya tiga gol 'mudah' Ajax. 


Sepakbolanda menyaksikan Frank de Boer mengatakan bahwa di Akademi Ajax Amsterdam, tehnik-tehnik itu sudah bagian yang wajib dikuasai sejak dini. 

Masa Depan Ajax
Penekanan pentingnya pendidikan usia dini juga disampaikan kembali oleh Edwin van der Sar, Direktur Pemasaran Ajax Amsterdam. Sepakbolanda melihat pada kesempatan Meet And Greet di Adidas Store di Grand Indonesai Shopping Town Jakarta,. Mantan penjaga gawang Manchester United, Ajax dan Timnas Belanda itu mengatakan bahwa masa depan Ajax berada di Akademi de Toekomst. 


Pendidikan sepak bola usia dini kembali ditekankan sebagai jaminan kemajuan sebuah institusi sepak bola. 

Eka Tanjung dari Sepakbolanda sangat sependapat dengan Frank de Boer dan juga Edwin van der Sar. Akademi di Ajax Amsterdam bukan satu-satunya di Belanda. 

Di Belanda sudah lumrah dan tidak ada yang mendebat soal pentingnya pendidikan usia dini. Sehingga semua orang tua siap terlibat langsung dengan kegiatan putra-putrinya di lapangan sepakbola.

Berikut ini gambaran pendikan sepak bola di Belanda:

  • Akademi pembibitan sepak bola profesional, berjumlah 14 akademi tersebar di Belanda. (RJO: Regionale Jeugdopleiding) diawasi langsung oleh KNVB.
  • Sebagian besar anak Belanda (1,2 juta) aktif di 3300 klub amatir.  
  • Anak-anak lain yang tidak masuk dalam dua kelompok pertama, masih bisa bermain sepak bola di lapangan umum dan Cruyff Court yang terdapat di Belanda.
Di samping kegiatan dengan klub, masih banyak event bulanan yang diselenggarakan untuk mempertajam skill individu. Seperti training camps, sekolah sepak bola, clinics dan seleksi penjaringan bakat menuju klub level lebih tinggi. Tujuannya agar di luar training klub, bisa mengasah ketrampilan dasar. 

Melihat tingginya jumlah penawaran fasilitas pelatihan yang diberikan kepada anak-anak Belanda, maka sudah lumrah saja negeri Totaal Voetbal ini memiliki kualitas sepak bola yang baik dan tertata. Jika Indonesia juga mau melakukan seperti di Belanda, kualitas sepak bolanya diyakini juga akan meningkat.