Kamis, Mei 22, 2014

Keturunan Indonesia Kandas di Final EURO U17

Dua pemain keturunan Indonesia, kandas di babak final Piala EURO U17 di Malta. Di laga final, tim yang dikapteni #keturunan Keziah Veendorp harus mengakui keunggulan Inggris dalam adu pinalti.


Pada putaran akhir piala EURO U17 tahun 2014 ini kesebelasan Belanda diperkuat dua pemain #keturunan. Keziah Veendorp dan Calvin Verdonk. Keduanya berposisi bek sentral dan kanan, sangat penting dalam tim asuhan Maarten Stekelenburg itu. Banyak umpan panjang dan cross yang dilepaskan dari kaki Calvin Verdonk.

Favorite
Menjelang pertandingan final, Belanda sebenarnya di favoritkan. Sajak babak penyisihan di grup hingga mencapai partai final, Belanda tidak pernah kalah. Selalu menang. Bahkan Belanda sempat mengalahkan Inggris, pada babak putaran grup. Di laga final tampaknya Belanda tidak bisa mengembangkan permainan.

Inggris Unggul
Bola banyak kandas di lini tengah, dan pemain Inggris sebaliknya berani bermain menekan dan memburu bola. Sehingga Belanda tidak bisa menyusun serangan dengan baik. Akhirnya Inggris pun lebih dulu unggul di babak pertama, lewat Solanke yang kebetulan mendapatkan bola ketika gawang Belanda dilanda kemelut.


Ketinggalan Terus
Belanda baru menyamakan kedudukan di akhir babak pertama, yang berdurasi sampai 40 menit itu. Schuurman melasakkan tendangan kesar setelah mendapat umpan lambung dari one touch pass. Inggris tampak mulai grogi di akhir babak pertama.

Metal
Mereka terselamatkan oleh peluit panjang tanda turun minum. Kembali dari istirahat, Inggris tampak lebih bersemangat menekan pertahanan Belanda. Di awal babak kedua Inggris lebih berpeluang menciptakan gol kedua ketimbang Belanda.

Sesekali saja Belanda mampu lepas dari kepungan Inggris. Namun melihat laju pertandingan final kemarin memang sudah sepantasnya Inggris keluar sebagai juara di waktu reguler. Usai dua kali 40 menit pertandingan, tidak ada perpanjangan waktu. Pemenang harus ditentukan adu pinaly.

Pertama Penting
Inggris mengambil tendangan pertama. Kapten Inggris melakukan tendangan yang sangat mantap mengelabuhi penjaga gawang Belanda. Sebaliknya algojo Belanda yang dijagokan untuk menguatkan mental, malah gagal mencetak gol. Pemain cadangan itu melepaskan tendangan sangat lemah yang mudah ditepis kiper Inggris.

Dari sana sudah tampak Inggris di atas angin. Semua pinali mereka masuk dan Belanda gagal mencetak 3 dari empat tendangan. Termasuk pemain keturunan Calvin Verdonk. Tendanyanya menyentuh bagian luar kanan tiang gawang Inggris.

Akhirnya kedudukan total Inggris 5 - Belanda 2. Untuk kali ini keturunan Indonesia harus mengakui keunggulan Inggris.