Jumat, Mei 30, 2014

Jokowi dan Prabowo Lempar Bola Hitam

Ketika kampanye Jokowi dan Prabowo memanas, dan saling lempar bola hitam, maka sebaiknya kita memikirkan bola yang sesungguhnya. 


Kepada Jokowi dan Prabowo yang sedang merumuskan program-program memajukan Indonesia, Sepakbolanda mengimbau agar mereka juga memikirkan pentingnya kemajuan sepak bola Tanah Air. Sebab sepakbola adalah cerminan bangsa, seperti pernah terlontar oleh Maestro Sepakbola Belanda, Johan Cruyff. Banyak aspek yang bisa dibenahi dari kondisi sepak bola nasional kita saat ini.

Calon Pemimpin
Sepakbolanda tidak akan membahas terlalu jauh tentang kampanye lempar bola hitam. Tapi akan mengajak para calon pemimpin negeri ini untuk memikirkan sepak bola secara mendasar saja. Sepak bola sebagai olah raga yang dicintai banyak kalangan. Bisa menjadi lumbung menciptakan para pemimpin bangsa masa depan yang sportif dan fair.

Kecil Banget
Sepakbolanda sadar tidak bisa memberikan kontribusi sebesar seorang presiden Indonesia. Atau bahkan tidak bisa sebesar kontribusi seorang pelatih SSB di daerah. Sepakbolanda hanya bisa berkontribusi kecil seukuran Upil Semut. Kecil banget.

#Keturunan
Sepakbolanda selama ini melihat pemain #keturunan Indonesia di luar negeri sebagai aset bangsa yang bisa membantu kebangkitan sepak bola nasional. Menurut penelitian sepakbolanda pada dua ratusan pemain #keturunan di Belanda, mereka memiliki ikatan dan kecintaan pada Indonesia.
Ketika diminta menyebutkan tiga negara yang dicintainya. Sebagian besar menyebutkan Indonesia di dalamnya.

Ilmu Berjalan
Tiga negara itu biasanya "Belanda, Indonesia, Suriname." atau " Belanda-Indonesia."  atau bahkan "Indonesia saja."  Pada 200an pemain, pelatih dan ilmuwan sepakbola di Belanda itu terkandung ilmu yang berjalan.

Pembanding
Walaupun tidak semua ilmu yang mereka miliki berguna langsung untuk sepakbola nasional, sedikit pengetahuan tentang pelatihan atau pendidikan sepak bola bisa ditularkan ke kawan-kawan di Indonesia. Mukin tidak akan menjadi solusi langsung persoalan sepakbola nasional, tapi minimal bagi Indonesia menjadi bahan pembanding.

Sepakbolanda mencoba melakukan kontribusi Se Upil Semut untuk mengoptimalkan peran #keturunan bagi Indonesia. Pekan depan ini satu #keturunan, yang berprofesi pelatih dan scout berpengalaman, akan memberikan clinic  ke dua SSB di Tangerang, masing-masing dua jam.

Dia akan memberikan trik dan tehnik kepada bakat muda di SSB Tangerang itu. Tips yang sama dia berikan kepada pemain-pemain Belanda yang akan melakukan try-out di klub-klub Italia.

Murah
Berbekal pengalaman sebagai pemain sepakbola, pelatih tim futsal, pelatih KNVB dan koordinator sebuah sekolah sepakbola terbesar di Belanda dan menjadi asisten Foppe de Haan menangani Timnas Garuda U23 di Belanda 2006 lalu, pria ini bersedia menularkan ilmunya di sela-sela liburannya. SSB di Tangerang itu tidak perlu keluar uang banyak untuk mendatangkan pelatih dari Belanda itu.

Ojek Gak Masalah
Dia sendiri memang sudah suka sepak bola, sehingga tidak meminta bayaran untuk clinic dua jam itu. Dia hanya minta dijemput dari losmennya ke lapangan. "Naik ojek atau mobil tidak masalah. Yang penting saya bisa bermain bola bersama anak-anak," demikian ungkap coach Jason kepada Sepakbolanda.

Jason merupakan satu dari ratusan #keturunan yang secara potensi bisa berbagi kepada bakat-bakat muda di Indonesia. Semoga kelak akan menyusul Jason-Jason yang lain. Sepakbolanda hanya bisa menawarkan dan bertanya saja kepada para keturunan di Belanda. "Kalau berrencana liburan ke Indonesia mohon kasih tahu. Kapan ada wakt  senggang untuk main bola, Sepakbolanda akan carikan SSB yang siap diajak main bola."

Berkompetisi
Kalau itu bisa bergulir secara berkesinambungan, sebenarnya tidak penting presidennya Prabowo atau Jokowi. Sebab masyarakat hanya butuh contoh yang baik dalam berkompetisi. Bisa sportif sebelum pertandingan dan bisa sportif setelah pertandingan. Siapapun pemenangnya! Selamat Bersaing Sehat dan Jangan Lempar Bola Hitam!