Jumat, Mei 23, 2014

Copa Amsterdam Ajang Uji Kekuatan

Turnamen internasional sepak bola Copa Amsterdam U19 awal Juni ini jadi ajang unjuk kemampuan di depan pemburu bakat klub-klub besar. 

Ajax Amsterdam memantau dua pemain Afrika Selatan. Cina mengirim Dalian Aerbin FC untuk bertarung di Amsterdam.


Sepakbolanda melihat turnamen internasional Aegon Copa Amsterdam ini sebagai ajang mengukur kemampuan dan ajang klub mencari bakat. Ajax Amsterdam mengumumkan akan memantau dengan cermat dua bakat dari tim Ajax Cape Town. Yagan Sasman dan Rivaldo Coetzee menjadi sorotan serius Ajax Amsterdam selama tiga hari di awal Juni ini. 

Sasman dan Coetzee adalah pemain Ajax Cape Town yang menjuarai turnamen Copa Amsterdam edisi 2013. Keduanya pemain belakang berusia 17 tahun ini dipandang sebagai talenta menjanjikan. 

Coetzee dan Sasman tahun ini kembali berlaga di Copa Amsterdam untuk mempertahankan gelar di Stadion legendaris Olympia Amsterdam dari 7-9 Juni 2014.

Ajax Amsterdam klub legendaris Belanda ini juga akan bermain maksimal untuk meraih gelar juara seperti tahun 2007 dan 2011 lalu. Inilah daftar juara Copa Amsterdam dari tahun ke tahun:

  • Panathinaikos (2005), 
  • Cruzeiro EC (2006), 
  • AFC Ajax (2007), 
  • Cruzeiro EC (2008), 
  • AZ (2009), 
  • Chelsea FC (2010), 
  • AFC Ajax (2011), 
  • Cruzeiro EC (2012)  
  • Ajax Cape Town (2013)
  • ?? (2014)

Nama-nama besar yang pernah tampil di Copa Amsterdam:
  • Jan Vertonghen (Tottenham Hotspur), 
  • Vurnon Anita (Newcastle United), 
  • Nordin Amrabat (Málaga), 
  • Gregory van der Wiel (Paris Saint Germain) 
  • Rui Patrício (Sporting Portugal) 
  • Oliver Rifai (AZ, Telstar)

Selain Ajax Amsterdam dan Ajax Cape Town masih ada enam team lain yang siap main maksimal untuk tidak dipermalukan di depan publik dunia. Turnamen yang disiarkan televisi nasional dan internasional itu diikuti oleh:

Poule A: 

  • AFC Ajax (Amsterdam), 
  • Ajax Cape Town (Afsel), 
  • Fluminense (Brasil), 
  • Hamburger SV (Jerman)

Poule B: 

  • Men United (Nederland), 
  • Cruzeiro (Brasil), 
  • Panathinaikos (Yunani), 
  • FC Aerbin (China)

Sepakbolanda terkejut kagum melihat ada FC Aerbin dari China yang nyempil di Poule B. Dan menyampaikan pertanyaan kepada organisator Copa Amsterdam ini.
  1. Kalau China bisa apakah Indonesia juga boleh? Tentu saja.
  2. Apakah harus klub yang ikut serta? Tidak, timnas juga bisa. Cina pernah mengirim Timnas U19 ke Copa 2012. 
  3. Apakah syaratnya sulit? Tidak.

Sepakbolanda jadi mikir, bagaimana kalau Timnas Indonesia U19 yang tampil di Copa Amsterdam ini? Apakah mampu Evan Dimas bersaing dengan tim-tim sekaliber lebih berat dari U19 Myanmaar atau Persib U21 atau U19 Yaman, dengan segala hormat.

Tapi tentu saja coach Indra Sjafri punya pertimbangan-pertimbangan tersendiri dalam mengikuti turnamen atau laga persahabatan. Bukan saja masalah jadwal dan juga dana, tapi lebih penting adalah peluang kalah dan menang.

Kalau sudah ada indikasi lawan-lawannya terlalu berat dan kipernya bakal kehujanan banyak gol, sebaiknya memang dihindari. Itu membahayakan posisi dan citranya sebagai pelatih yang bagus. 

Belajar dari pengalaman Timnas China U19 tahun 2012, yang dihabisi oleh klub Brasil dan lainnya, mereka hanya mampu meraih posisi terbawah. Tapi pulang dengan segudang pengalaman berharga. Belajar dari sana, memang sebaiknya Evan Dimas dkk disimpan saja. Daripada dipermalukan dan pulang diejek oleh pendukung di Tanah Air! 
Posting Komentar