Jumat, April 04, 2014

SC Feyenoord: Kami Jadikan Yussa Lebih Bagus Lagi

Pelatih SC Feyenoord C1, Daniël Metselaar menyambut gembira kedatangan Yussa Nugraha. Ia berjanji akan mengangkat kualitas bocah Solo itu. 


 Coach Daniël berjanji membantu bocah kelahiran 21 Maret 2001 itu meningkatkan kemampuannya sebagai pemain sepak bola. Daniël menyampaikan hal itu lewat email kepada Edi Nugraha. Sepakbolanda menerima salinan surat undangan itu dari sang ayah.


Surat Resmi
"Berdasarkan pertandingan kemarin dan latihan sebelumnya, kami berkesimpulan bahwa kamu (Yussa red.) bisa menjadi bagian penting dari SC Feyenoord di tahun-tahun mendatang. Dan kami dengan senang hati membantu perkembanganmu sebagai pemain sepak bola," demikian kalimat yang tertulis dari surat elektronik untuk Yussa.


Surat ini secara resmi juga mengundang Yussa menjadi bagian dari tim C1:
"Bersama ini saya secara resmi menyampaikan bahwa SC Feyenoord menerima kamu sebagai pemain baru C1. Tim ini tampil di Divisi 2 Nasional, musim kompetisi 2014/2015 mendatang." 


Sementara itu pelatih Daniël dalam kesempatan terpisah menyatakan kepada Sepakbolanda: "Saya senang Yussa gabung di sini. Dan kami akan bikin dia jauh lebih bagus lagi. Dia memang harus berlatih lebih keras lagi. Itu bagus buat perkembangannya." 

Dirayu
Dengan keputusan ini dan sambutan positif dari pihak Yussa maka SV Scheveningen harus ikhlas melepas si Jerapah Asia, meniti jenjang yang lebih tinggi. Sebelumnya pihak klub Yussa masih merayu agar Yussa mengurungkan niatnya pindah ke Rotterdam. Klub lamanya menjanjikan pelatihan yang lebih baik dan bimbingan secara privat. "Oom Djen, kami ditawari berbagai fasilitas latihan yang lebih khusus, tapi kami dengan berat hati harus menolak, demi perkembangan Yussa," kata Edi kepada Sepakbolanda. 


Jarak Jauh
Selain tuntutan latihan keras bagi Yussa, ada pula tuntutan bagi Edi sebagai orang tua yang harus menempuh perjalanan mengantar putrara lebih jauh dari Den Haag ke Varkenoord Rotterdam. 

"Saya dan ibunya sudah komitmen oom Djen, siap berkorban waktu, tenaga dan beaya demi kemajuan dan cita-cita Yussa menjadi pesepakbola profesional dan berguna bagi bangsa Indonesia," pungkas Edi mengakhiri perbincangan dengan Sepakbolanda. 

Yussa sendiri kepada Sepakbolanda sering mengungkapkan rasa kagum campur kasihan kepada sang ayah. "Saya kadang kasihan sama ayah oom. Dia mengantar-antar saya training, padahal dia seharian kerja dan belum istirahat." 

Sepakbolanda berharap semoga pengorbanan ini membuahkan hasil yang baik. Amiin.

NB: Untuk kawan yang ingin mengutip artikel ini silakan saja. Kami tidak meminta imbalan apa-apa, kecuali Anda menyertakan link; www.sepakbolanda.com Terima kasih telah menghormati jerih payah ini.