Sabtu, Juni 21, 2014

Evan Dimas Pasti Ngiri Pada Bimal

Bintang sepak bola Indonesia, Evan Dimas bisa ngiri kalau dengar kabar tentang Bimal bintang muda Nepal. Desember 2013 lalu, ikut trial di FC Twente. Sekarang malah diundang juara liga Belgia, RSC Anderlecht.


Sejak dua hari ini Sepakbolanda tertarik mengamati nama Bimal Gharti Magar yang menjadi buah bibir di Belanda dan Belgia. Dua negara yang dikenal memiliki akademi pembibitan yang mumpuni, tertarik pada Bimal. Seorang strike 16 tahun tapi sudah memperkuat timnas Nepal. Bimal punya kaki kiri maut itu.



Di Nepal sendiri keberangkatan Bimal ke Belgia menjadi berita nasional. Dia diantar ke bandara bak seorang pahlawan yang siap membela keharuman negara.

Desember 2013, Bimal diundang mengikuti latihan bersama B1 (U16) FC Twente selama dua bulan. Bimal datang bersama gelandang serang Bangladesh, Hemanta Vincent Biswas. Twente dikabarkan sangat puas dengan keduanya, terutama Bimal.

Bimal bisa sampai nyambung ke FC Twente dan RSC Anderlecht berkat jaringan Rene Coster, pelatih timnas muda Bangladesh. 

Mungkin ini manfaat dari mengontrak pelatih Belanda atau Belgia. Mereka bisa menjadi penyambung lidah pemain sepak bola lokal ke Eropa.

Indonesia Bisa Niru!
Dalam banyak hal, kasus Bimal ini menarik untuk menjadi contoh bagi para bakat di Indonesia. Dua-duanya negara non-Uni Eropa. Dan aturan Eropa yang berlaku bagi mereka sama. Kalau Bimal bisa sampai dapat kontrak di Anderlecht atau klub lain di Benua Biru ini, maka Evan Dimas juga pasti ingin mengikuti jejak Bimal.


Posting Komentar