Jumat, April 18, 2014

Bakat Nepal Tampil di Ajax Future Cup

Bakat Nepal akan unjuk kebolehan di Ajax Future Cup, akhir pekan ini. Striker ini akan memperkuat RSC Anderlecht Belgia. Dan kemungkinan lawan Ezra Walian, keturunan Indonesia di Ajax.


Namanya Bimal Gharti Magar, biasa dipanggil Bimal. Ia lahir Nawalparasi 26 Januari 1998. Saat ini dia sedang menjalani tray-out di RSC Anderlecht. Klub papan atas Belgia ini ingin menjajal bakat fenomenal asal Nepal. Salah satunya mengirimkan pemain ke turnamen internasional.


Pada turnamen bergengsi Ajax Future Cup 19-21 April di kompleks sepak bola de Toekomst Ajax, Bimal bisa mempertontonkan kemampuannya di depan publik dan pengamat bakat Eropa. Future Cup akan disiarkan FOX Sports ke seluruh jaringannya. Jika ia bermain baik di Amsterdam, tidak mengherankan jika ia menjadi pebola pertama Nepal yang bermain di Eropa.

Kemungkinan Bimal bisa berduel dengan Ezra Walian, terjadi mulai semi-final atau final. Seperti tahun lalu Ajax U17 berhadapan dengan Anderlecht yang akhirnya berhasil memboyong Piala ke Brussels Belgia.
Bimal sebenarnya tidak asing bagi publik Belanda khususnya di Belanda Timur. Sebab Desember 2013 lalu ia sempat menjalani uji coba di FC Twente klub bergengsi di Eredivisie.

Striker yang berasal dari pelatnas Central ANFA, PSSI nya Nepal itu merupakan pemegang rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah Nepal yang pernah memperkuat timnas senior. Ia dipanggil timnas senior ketika berusia 15 tahun. Hebatnya lagi, bocah ini mencetak gol lawan Pakistan. Simak video laga debut Bimal di timnas Nepal, di bawah ini:



Ia memecahkan rekor yang dipegang Rohit Chand, pemain Persija Jakarta yang melakukan penampilan perdana di timnas Nepal ketika berusia 17 tahun.

Menarik melihat proses perjalanan Bimal melakukan ujicoba ke Eropa. Sosok penting dalam pengenalan Bimal ke klub Eropa adalah Rene Koster, asisten pelatih timnas Bangladesh. Koster memperkenalkan bakat ini pada FC Twente. Wawancara Mojgar Nepal dengan Rene Koster di bawah ini mulai menit 1':42".



Desember 2013 lalu Bimal menjalani uji coba selama dua pekan. Twente sangat kagum dengan kualitas dan potensi bakat ini, sampai ingin mengundang kedua kalinya. Namun Twente belum bisa memberikan kontrak pada pemain ini karena usianya masih terlalu muda. FC Twente menyatakan tetap akan memantau striker dari negeri Asia Selatan berpenduduk 30 juta jiwa.

Sebagai pencinta bakat sepak bola #keturunan Indonesia, Sepakbolanda berharap Indonesia tidak lama lagi juga bisa mengirimkan talentanya menjajal tim tangguh Eropa.