Jumat, April 18, 2014

Ajax Konsisten Dengan Pembibitan

Ajax melawat Indonesia bulan Mei ini. Klub Amsterdam ini mendominasi liga Belanda, empat kali berturut juara Liga Eredivisie. Laga lawan Persija dan Persib pun jadi istimewa.


Dari sejak hari pertama 114 tahun silam, sampai sekarang Ajax selalu konsisten. Tidak pernah merubah pola permainan Attacking Football. Setiap pemain harus memiliki karakter menyerang ini. Ajax mendari pemain yang bisa mengisi posisi yang diperlukan, dengan cara menemukan bakat sedini mungkin dan menempanya di Akademi de Toekomst.


Pembibitan Dini 
Untuk mendapatkannya, Ajax memilih program pembibitan sendiri di Akademi de Toekomst. Di kompleks olah raga ini, bakat usia 5 tahun sudah mulai diperkenalkan dengan sistem menyerang.

Uji Kemampuan
Salah satu cara menguji hasil pembibitan adalah dengan melakukan kompetisi rutin setiap pekan. KNVB sebagai asosiasi sepak bola nasional bertanggungjawab atas penyelenggaraan kompetisi setiap pekan. Klub berpartisipan menyiapkan persyaratan wasit dan akomodasi pertandingan.

Selain kompetisi reguler, Ajax melakukan pertandingan persahabatan dengan klub lokal di luar kompetisi dan juga mengikuti turnamen yang melibatkan tim-tim tangguh dunia. Salah satu contoh menjajal sistem dengan bakat-bakat luar negeri adalah lewat Turnamen Ajax Future Cup. Turnamen ini dimulai sejak 2019 dan sekarang memasuki episode ke 5.

Kata-kata kunci sistem yang dianut Ajax ini menurut Sepakbolanda adalah: Konsisten dan Investasi Jangka Panjang. Walaupun kadang prestasinya di leven tim utama terpuruk, tapi Ajax tidak pernah merubah sistem. Dan sebelum membeli pemain besar, Ajax akan mencari dulu bakat di dalam Akademi Pembibitan de Toekomst.