Kamis, Maret 06, 2014

Yussa Nugraha Lewati Tahap Dua Seleksi KNVB

Yussa Nugraha, selesai menjalani tahap kedua seleksi KNVB, Asosiasi Sepak bola Belanda. Walaupun sempat cedera dan dipinggirkan di babak pertama,  bocah Nusukan Surakarta itu akhirnya bisa maksimal unjuk kebolehan.

"Oom Djen, saya sempat cedera karena bertabrakan dengan kiper dan bek lawan di babak pertama. Tapi akhirnya dimainkan babak kedua. Saya sudah maksimal kemarin oom," tutur pemain SVV Scheveningen itu kepada Sepakbolanda usai menjalani test di kota Delft.


Selasa malam itu Yussa diantar Edi Nugraha, sang ayah mengikuti putaran kedua seleksi KNVB untuk regio West II. "Seleksi KNVB kemarin sudah selesai oom, kami ber-32," ungkapnya kepada Sepakbolanda. 

Dari 32 anak akan mengerucut menjadi 11 besar. Jumlah yang lolos seleksi kedua ini akan ditandingkan lawan 11 pemain hasil seleksi yang berlangsung sepekan kemudian. (12 Maret red.)



Cedera
Berbeda dengan seleksi babak pertama, kali ini Yussa bergeser posisi. Pada putaran pertama anak bejuluk "Jerapah Asia" itu bermain di winger kanan. KNVB menerapkan pola permainan 4-3-3. 

Saat seleksi 4 Maret lalu dia menempati posisi striker. Bermain sebagai ujung tombak bernomor punggung 12, dia mengalami cedera di babak pertama. Dia bertabrakan keras dengan kiper dan bek lawan, ketika berebut bola di muka gawang lawan.

Kepada Sepakbolanda, Yussa menuturkan kejadiaannya. " Aku tabrakan dengan kiper dan bek lawan. Selangkanganku sakit sekali. Karena khawatir parah, pelatih dan wasit KNVB menyarankan aku diganti. Di babak kedua aku dimainkan lagi oom Djen." 



Selain permainan yang ketat, Yussa juga merasakan postur pemain di tahapan ini cukup besar. "Lawan sekarang jauh lebih baik dari seleksi pertama. Dan ukuran dan postur tubuh juga banyak yg lebih besar dari Yussa, oom," ungkap tetangga Jokowi di Solo itu kepada sepakbolanda.

Malam itu tidak ada penonton dan pemain dari Indonesia, selain Edi Nugraha yang menunggui putranya. Namun demikian Edi mensinyalir ada beberapa scout dan pemburu bakat dari klub-klub besar Belanda. "Ada beberapa scout dari ADO Den Haag, Feyenoord dan Sparta Rotterdam oom," ungkap Edi Nugraha.

Kalah Bukan Gagal
Walaupun secara team, kesebelasan Yussa kalah 0-1, namun ia merasa bermain baik dan maksimal. "Ini pertama kami kami dimainkan dalam satu team oom. Jadi belum nyetel. Aku kurang mendapat cukup umpan dari winger kiri." Sepakbolanda melihat bahwa kebanyakan scout tidak terlalu mengutamakan hasil. Mereka lebih melihat penguasaan bola, pemahaman taktis dan pergerakan saat tidak menguasai bola. 

Tetap WNI
KNVB menjanjikan akan mengumumkan hasil seleksi putaran kedua ini kepada pemain dalam pekan-pekan mendatang ini. Yussa berharap bisa lolos tahap selanjutnya, karena yakin bisa berguna bagi perkembangannya. Dan lolos seleksi untuk sementara tidak akan berpengaruh pada statusnya sebagai Warga Negara Indonesia.