Rabu, Maret 26, 2014

Stefano Lilipaly ke Jepang, Lepas Almere City FC

Stefano Lilipaly pemain naturalisasi dan timnas Indonesia, kemungkinan menandatangani kontrak di liga dua Jepang, Consadole Sapporo. Kontrak di Almere City FC pun diputus atas kesepakatan kedua pihak.


"Hallo Djen, kami sudah di Jepang," demikian Stefano Lilipaly mengirimkan kabar langsung kepada Sepakbolanda.com Dalam pesannya itu Fano menyertakan pula beberapa foto stadion dan juga bersama kekasihnya Carmen.
Sementara itu media Almere Vandaag, menyebutkan bahwa Stefano Lilipaly dan Almere City FC sepakat memutus kontrak, atas keinginan dua belah pihak. Dengan demikian tidak ada pihak yang dirugikan ketika Fano pindah ke Sapporo.


Sebelumnya Lilipaly sempat dikaitkan dengan beberapa klub Indonesia. Mitra Kukar, Persebaya dan Barito Putra disebut sempat melirik gelandang serang mantan FC Utrecht itu. Sejak Almere City ditangani Fred Grim, Lilipaly kerap mendiami bangku cadangan saja.

Dengan petualang baru ini Stefano kepada Almere Vandaag mengatakan bahwa:"Saya baru mengikuti latihan pertama. Kemarin menjalani tes medis."  Setelah semuanya lancar, kemungkinan kontrak bisa ditandatangani secepatnya. "Saya harap pekan ini juga kita bisa menandatangani kontrak satu tahun." 
 

Consadole Sapporo adalah klub divisi dua dengan fasilitas stadion yang bagus. "Akomodasi di sini luar biasa," ungkap Stefano kepada Sepakbolanda.  Sapporo punya ikatan dengan Belanda. Mantan pemain Feyenoord Rotterdam, Shinji Ono baru saja menandatangani kontrak di sana. Di masa silam winger Ajax keturunan Maroko, Tarik Oulida juga pernah berseragam Consadole Sapporo. 

Sepakbolanda melihat bahwa pilihan klub Jepang berkaitan dengan Fardy Bachdim, kakak Irfan, yang menjadi agent dari Stefano. Januari lalu Irfan Bachdim juga menandatangani kontrak di Ventforet Kofu di J-League Jepang. Inikah pertanda Negeri Matahari Terbit menjadi labuhan baru bagi pemain #keturunan Indonesia. 

Jepang sejatinya bukan negara asing bagi Indonesia maupun Belanda, sama-sama membagi sejarah Perang Dunia II. Kini saatnya ketiganya merapatkan barisan demi Sepakbola.

*Jika mencopas mohon menyertakan sumber.