Jumat, Februari 07, 2014

Yussa Sukses Trial Pertama di SC Feyenoord


Yussa Nugraha bocah Nusukan Surakarta, Rabu kemarin menjalani latihan bersama dengan tim U14 SC Feyenoord di kompleks Varkenoord. Puas dengan penampilan pertama, Yussa akan diundang putaran kedua.


Diguyur hujan deras dan angin kencang bersuhu udara mendekati 5* Celsius, Yussa Nugraha menjalani latihan bersama di salah satu lapangan kompleks Varkenoord dekat stadion De Kuip. Yussa mengawali latihan dengan berlari empat kali mengelilingi lapangan.

Disusul shoting bergantian dan ditambah 4 kali memutari lapangan. Setelah itu ditutup dengan dua kali pertandingan di lapangan kecil 4x4 dan lapangan besar 11x11. Angin dingin tidak menurunkan semangat bocah kelahiran 21 Maret 2001 itu.



Walaupun terpaut dua tahun dengan rata-rata usia pemain C1 di lapangan itu, namun Yussa tidak kelihatan lebih kecil. Satu anak lain yang juga ikut trial malam kemarin itu yang justru secara umur sama dengan rata-rata tapi secara fisik lebih kecil.

Hujan yang deras, membuat para orang tua mencari tempat hangat di kantin. Kecuali dua manusia Edi Nugraha dan Sepakbolanda. Walaupun diterpa angin dingin dan jaket yang basah kuyup tetap tidak mengusik nikmatnya lihat latihan cah Solo.

Pelatih team C1 berkepala pelontos, Daniël Metselaar tampak aktif menyemangati para pemainnya dan bahkan dia berteriak dengan suara yang lantang. Bahkan terkadang terdengar kata-kata kasar dari mulutnya. Daniël inilah yang 'menemukan'  Yussa dan memanggilnya untuk datang ikut latihan.

"Pelatih ini pula yang menyambut dan memberi instruksi menjelang latihan. Yussa disodori formulier untuk diisi sebegai pendaftaran." demikian Edi Nugraha kepada Sepakbolanda. Edi kali ini tidak sendiri mengantar putranya. Dia ditemani Salma Sanata, putrinya dan Indra Lieu, istrinya. "Sesekali boleh lah kami datang lengkap mas," imbuh Edi.

Menurut sang ibu, Yussa sudah sejak kecil memang senang sepak bola. "Mainannya hanya bola dan bola, sejak masih baby di Nusukan dulu," tutur Indra Lieu. Dukungan lengkap keluarga ini memberikan dorongan yang luar biasa.

Menyadari keluarganya datang lengkap di sana, Yussa makin bersemangat. Dipasang sebagai winger kanan luar, Yussa bahkan sempat mencetak satu gol untuk team nya. Selain itu banyak hal baru yang ditemui pada hari pertama. Hal ini disadari oleh sang pelatih Daniël.

video
Video Yussa Mencetak Goal di SC Feyenoord

Harus Adaptasi
Usai latihan, Sepakbolanda berbincang dengan Daniël Metselaar di kantin klub. Sang pelatih menuturkan bahwa setiap anak yang baru pertama kali di tes, masih harus adaptasi. Sebaliknya team juga harus membiasakan diri dengan anggota baru. "Jangan heran kalau Yussa, tidak banyak dapat operan bola, karena mereka tidak saling mengenal. Masih harus membiasakan diri dan cara berkomunikasi." Demikian jelasnya kepada Sepakbolanda.

Kecepatan Bola
Selain itu disadari pula bahwa kecepatan bola di team C1 (U14) ini, masih terlalu tinggi buat Yussa yang selama ini main di D1 (U13) di VV Scheveningen. "Itu menjadi perhitungan kami juga, karena Yussa kalau lancar akan diproyeksikan mulai musim 2014-2015."  Sehingga masih ada jenjang beberapa bulan untuk membiasakan diri.

Dua Kali
"Untuk musim kompetisi depan ini kami membutuhkan enam pemain baru dari luar. Empat yang bertahan dan enam dari team C2," bubuhnya. Kalau melihat penampilan Yussa malam ini, tampaknya pelatih masih ingin mengundang bocah Solo itu dua kali lagi. "Berikutnya, dua pekan lagi ada latihan di group lebih kecil. Kami akan mengirimkan undangan lagi."

Satu Bangsa
Ditanya soal Damian Mikoen yang malam itu juga ikut latihan, Daniël membenarkan bahwa pemain ini keturunan Jawa Suriname. "Lain kali Anda bisa wawancara dia," ungkapnya ramah. Dengan begitu, Yussa tidak perlu cemas karena di timnya ada rekan satu "bangsa."

Team C1 SC Feyenoord ini adalah team amatir dan merupakan bayangan bagi team utama di Akademi Feyenoord. "Kami tim amatir, main regional. Tapi proses menuju ke team utama Feyenoord sangat dekat. Mereka sering melihat kesini untuk mencari pemain." Ungkap coach Daniël kepada Sepakbolanda.

Coach Daniël, Djenol, Coach B1 Virgil dan Yussa

Kemungkinan Yussa menjadi bagian dari SC Feyenoord C1 tetap ada. Kecemasan justru muncul dari klub soal jarak. Kepada Edi Nugraha, sang pelatih menanyakan apakah jarak akan menjadi masalah bagi Yussa kalau lolos seleksi.

Tampaknya jawabannya sudah jelas. Bagi Edi Nugraha dimanapun dan kemanapun diundang, kami datang. "Mas Djen, kalau untuk kemajuan anak sih, kami siap berkorban. Asal anak senang dan mengembangkan bakatnya." ungkap Edi kepada Sepakbolanda dalam perjalanan menuju tempat parkir di bawah hujan yang mulai mereda.

Bener nih siap datang kemana saja?! Bagaimana Mas Edi, kalau undangannya dari PSSI di Jakarta? ;-))