Rabu, Januari 22, 2014

Rahasia Ajax, Jadi Akademi Terbaik Eropa

Akademi pendidikan sepak bola Ajax Amsterdam terbaik se Eropa. Demikian hasil penelitian Zwiss berdasar jumlah pemain yang aktif di liga tertinggi Eropa. Ajax mengungguli FC Barcelona.

Biro survei CIES berbasis di Zwiss itu menyebutkan akademi sepak bola Ajax memasok terbanyak pemain ke klub-klub besar Eropa. Mereka menghitung 69 pemain di klub-klub bergengsi. Dituliskan bahwa akademi juara liga Belanda itu mengungguli Partizan Beograd yang memasok 66 pemain dan FC Barcelona 61 pemain unggulan. Pemain-pemain itu semisal John Heitinga, Urby Emanuelson, Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder, Gregory van der Wiel, Nigel de Jong dll. 
Finally, the CIES Football Observatory study confirms the excellent work undertaken by Ajax Amsterdam in the area of youth training. The Dutch side tops the table of clubs having trained the most players under contract with top division teams in Europe. With 69 representatives, Ajax outranks Partizan BelgradeBarcelona, Hajduk Split and Sporting Lisbon.
Johan Cruyff
Prestasi yang perlu mendapat acungan jempol karena sukses ini merupakan hasil kerja keras proyek raksasa yang dilakukan di dapur de Toekomst. Di akademi di wilayah Duivendrecht, Tenggara Amsterdam itu setiap hari menjadi tempat anak-anak remaja bermain dan belajar sepak bola dengan methoda yang dicetuskan oleh Johan Cruyff dan rekan sealiran. Para pemain muda di akademi itu sering kali tampil di liga internasional maupun nasional.




Barcelona Ngetuk Pintu
Perkembangan itu di Ajax sendiri bukan hal baru. Bulan Desember lalu, Wim Jonk, direktur akademi de Toekomst sudah menyebutkan bahwa Ajax akan bekerjasama dengan FC Barcelona dalam pendidikan sepakbola. Jonk menyebutkan bahwa setiap tahun 70an klub internasional ingin kerjasama dengan akademi de Toekomst. "Tapi kalau FC Barcelona yang mengetuk pintu, tidak mungkin lah ditolak," demikian Jonk dikutip Voetbal International, tabloid sepakbola Belanda.

Dibujukrayu
Di Belanda sendiri sebenarnya muncul juga pro-kontra tentang status akademi pembibitan Ajax. Cara perekrutan yang mereka terapkan terkadang menimbulkan amarah dan kecurigaan dari sesama klub-klub Belanda lainnya. Sebagai contoh PSV Eindhoven, FC Utrecht, Sparta dan AZ Alkmaar, sempat kecewa. Mereka merasa bibit muda usia 14 tahunan yang sedang dipupuk, dibujukrayu akhirnya pindah ke Amsterdam. Ajax sendiri tentunya tidak sependapat dengan tudingan itu*.

Pada video di bawah ini, gambaran tentang dapur akademi Ajax de Toekomst.



Daya Tarik
Sepakbolanda yang sudah menyaksikan luar dan dalam dapurnya, bisa melihat bahwa klub Ajax ini punya daya tarik tersendiri. Baik secara historis, tradisi maupun prestasi. Sangat magis. Bocah kecil tampak ceria dan enerjik ketika menyandang atribut bersimbol Ajax. Simbol sponsor perusahaan asuransi Belanda, menambah kesan hidup sehat dan terjaga kesehatannya.

Aku Jengkel Lihatnya

Berbeda ketika Sepakbolanda menyaksikan anak-anak menyandang kaos klub yang sudah terkontaminasi dengan sponsor maskapai penerbangan negara gurun. Sangat intimidasi sekali! Dalam dua kata Inggris sudah langsung menohok hati Indonesia ku. 'Terbanglah bersama ...!" Itu nota bene adalah saingan GARUDA, baik timnas maupun maskapai penerbangan nasional kita.

*Mengenai 'saling bajak' ini Sepakbolanda akan membahas pada kesempatan lain.