Jumat, Januari 31, 2014

Jeugdplan Nederland, Program Pembibitan Belanda

Sejak Yussa Nugraha mendapat undangan PSSI nya Belanda untuk ikut seleksi Jeugdplan Nederland, sepakbolanda menggali lebih dalam. Sejauh mana partisipasi bocah Nusukan berujung pada naturalisasi Belanda? 

Sepakbolanda menemukan pemaparan di situs Koninklijke Nederlandse Voetbal Bond, De KNVB mengenai program Jeugdplan Nederland (JPN) atau program pembibitan Belanda. KNVB ingin memberi peluang pemain muda berbakat, mengembangkan diri dan membuka peluang naik ke jejang lebih tinggi. (klub-klub profesional. red.)

Kegiatan penyaringan ini ditujukan untuk remaja putra maupun putri. Sejatinya program untuk remaja putri sudah lebih dahulu bergulir. Untuk remaja putra baru dimulai musim 2012-2013. Selama ini KNVB banyak menggunakan alat bantu film di Youtube sebagai bagain dari sosialisasi.

Tiga Pilar
Mulai tahun 2013-2014 ini fokusnya ditekankan pada pengembangan bakat talentontwikkeling untuk remaja pria (menemukan, mengembangkan dan penyetaraan)
1. Menemukan bakat merupakan tugas scout yang baik.
2. Kegiatan pelatihan mengembangkan skill dan taktik.
3. Penyetaraan, mengumpulkan para pemain unggulan.


Link: Lho Yussa Nugraha Ditolak ADO Malah Diundang KNVB

Program Het Jeugdplan Nederland (JPN) dimulai dari tingkat regional, mengerucut ke tingkat nasional. Tim terbaik tiap regio dikumpulkan di tingkat nasional dan menjadi wakil Belanda di timnas Oranje. Tim ini biasanya terdiri dari pemain-pemain muda yang sudah aktif di klub profesional.

Yussa
Di saat yang sama secara paralel dijalankan program untuk pemain klub-klub amatir. Justru pemain dari klub amatir ini diharapkan bisa memanfaatkan program KNVB ini untuk naik ke jenjang klub profesional. Harapannya Yussa bisa menjadi lebih baik dan lolos ke klub profesional.  Jejang itu masih panjang. Kalau dia masuk tahapan itu memang harus berfikir baik-baik, ingin main untuk Merah-Putih atau Merah-Putih-Biru?

Angkatan Pertama
Program berjangka panjang. Kelompok usia U12 - U16. Yussa Nugraha, masuk angkatan pertamayang mengikuti program JPN. Program ini digulir resmi bulan Februari 2014 ini. U12 sampai U16.

Terlambat
Sepakbolanda menilai Belanda sudah terlambat bergerak. KNVB menjalankan program ini berprinsip "Tidak Boleh Ada Bakat Yang Tercecer. Bakat harus bisa dikenali dan diakomodir." Klub amatir dilibatkan sebagai tempat menggembleng bakat. Bersama dengan klub-klub lokal yang ada, KNVB ingin meningkatklan level sepak bola Belanda secara umum. Peran klub sangat penting, jika mereka menemukan bakat yang muncul, KNVB meminta masukan dan saran. Klub-klub juga diundang untuk mendaftarkan diri sebagai tempat latihan.

Kejar Jerman dan Belgia
Sepakbolanda melihat kebijakan KNVB ini sebagai sebuah upaya untuk menciptakan generasi sepak bola yang lebih baik. Belanda merasa sudah ketinggalan dengan negara tetangga, Jerman yang terlebih dahulu menggulirkan program ini. Dengan jumlah penduduk 80 juta jiwa, Jerman bisa lebih banyak menemukan bakat sepak bola dibanding dengan Belanda, yang 17 juta.

Jerman dan Belgia sudah memetik hasilnya. Sekarang sudah bermunculan pemain-pemain muda yang memadati liga-liga besar Eropa. Belanda merasa ketinggalan dibandingkan Belgia yang secara jumlah penduduknya 11 juta. Lebih sedikit dari Belanda tetapi sejak beberapa tahun ini mulai standarisasi SDM pelatih yang tersebar di seluruh negara.

Kalau saja Indonesia yang berpenduduk 240 juta jiwa, lebih besar dari total penduduk Jerman, Belgia dan Beladna, bisa meningkatkan SDM pelatih seluruh negeri seperti di Belgia. Dan menyeleksi secara cermat bakat sepak bola seperti yang dilakukan Jerman. Maka Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan bisa menjadi juara Asia. Dan dalam 10 tahun kemudian menjadi juara dunia! Amiiin.
Posting Komentar