Jumat, Januari 17, 2014

Gagal ke ADO, Yussa Nugraha Tetap Tegar

Yussa Nugraha mendapat berita negatif dari ADO Den Haag mengenai hasil seleksi akademi sepak bola klub terbesar ibukota pemerintahan Belanda. Walau kecewa, bocah Solo itu tetap tegar.

"Yussa tetap semangat oom Djen. Karena nanti bisa dipanggil lagi. Seperti pesan pelatih, harus tetap latihan." Tulis Yussa Nugraha kepada Sepakbolanda seraya melampirkan salinan surat pemberitaan dari ADO.

Memang dalam surat ini disebutkan bahwa Yussa 'belum' lolos ke akademi, tetapi masih ada peluang di kemudian hari. Dengan keputusan ini maka bocah asal kampung Nusukan Solo itu tetap bertahan di klubnya VV Scheveningen. "Yussa sudah berbuat maksimal oom, jadi harus kembali seperti semula. Dan tetap semangat," ungkap Yussa.


Kemajuan
Sepakbolanda melihat situasi Yussa saat ini bukan kemuduran, tetapi justru kemajuan. Kalau dilihat dalam kurun enam bulan, maka dia mengalami loncatan dua kali. Pertama ketika pindah dari klub Haagse Hout menuju VV Scheveningen, sudah merupakan perkembangan yang baik.

Tidak lama kemudian di bulan Oktober sudah mendapat panggilan dari ADO. Sampai sejauh itu berarti scouts melihat ada potensi pada anak ini. Bagaimanapun dia sudah menjadi bagian dari 22 bakat terbaik. Dari 12 pemain yang sekarang lanjut seleksi, masih disaring menjadi 4 atau 5 pemain.

Bangkit
Kemajuan lain yang tampak pada Yussa, ketika menghadapi penolakan ini. Sepakbolanda melihat reaksi yang bijaksana dari Yussa untuk tetap berlatih keras. Secara mental dia jadi sudah mulai teruji. Sebab setiap kompetisi mingguan pun sudah diajarkan bersikap rendah hati ketika meraih kemenangan dan tidak pasrah ketika menghadapi kegagalan atau kekalahan.

Mengikuti anjuran Sepakbolanda, Yussa pun langsung membalas surat ADO dan meminta saran demi perbaikan. Akhirnya koordinatorpun memberikan dua butir berharga:

  1. Yussa dianggap terlalu banyak mengandalkan kekuatan fisik dalam setiap duel. Dia disarankan memperbaiki tehnik.
  2. Yussa dinilai banyak memandang ke bola (nunduk) ketika dribbling, sehingga kehilangan pandangan ke posisi pemain lain.
Yussa masih muda, jalan masih panjang. Yakini gagal ini adalah pelajaran dari sebuah sukses yang tertunda. 
Posting Komentar