Sabtu, Desember 28, 2013

OPINI: HSV Dapat Imbalan Besar dari Lawatan ke Malang

6 Januari 2014 klub Jerman, Hamburg SV melakoni pertandingan latihan lawan Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan Malang. Mencengangkan membaca imbalan yang diterima tim asuhan Bert van Maarwijk ini.


Sepakbolanda membaca di berbagai media Belanda rencana lawatan tim yang diperkuat bintang Belanda, Rafael van der Vaart itu. 

Itu hanya tiga dari sekian banyak berita tentang trip HSV ke Indonesia dan Abu Dhabi. Tim berjuluk "Die Rothosen" mengumumkan langsung rencana perjalanan ke Asia dan Timur Tengah ini.

Bahkan di website dwi bahasa Jerman-Inggris ini mereka menampilkan jadwal latihan dan penerbangan tim ke Indonesia dan foto Stadion Kanjuruhan Malang dan juga stadion Zayed Sports City. 


Sepakbolanda memahami pertandingan persahabatan bisa memberikan manfaat bagi kedua tim secara sportif. Dan seperti disebutkan di situs HSV, lawatan ini bertujuan mempromosikan Bundesliga, Liga Jerman di Indonesia. 

Sebenarnya Arema bukan klub Indonesia pertama yang bertanding lawan HSV. Pada 14 Agustus 2013, ProDuta juga sudah menjajal laga persahabatan lawan HSV. Tim asal Medan itu mengalami kekalahan 4-0 di Hamburg.

Namun demikian Sepakbolanda tertarik pula dengan jumlah uang yang diterima tim Jerman-Utara itu untuk satu pertandingan di Malang. 
"... Die ontmoeting levert HSV een premie van zo’n 500.000 euro op.Pertandingan ini menghasilkan masukan sekitar 500.000 euro untuk HSV.  


Rp. 8,3 M
Dengan kurs 1 Euro = 16.696 Rupiah, maka 500.000 euro senilai dengan Rp. 8,3M. Menurut Sepakbolanda, Rp. 8M untuk laga sepanjang 90 menit sangat tinggi. Apalagi mengingat HSV saat ini bukan tim unggulan. Skuad besutan mantan pelatih Oranje, Bert van Maarwijk hanya menduduki posisi 14 dari 18 klub di paroh kompetisi Liga Jerman. 



Untung Rugi
Kalau ditawari uang sebesar itu, bukan hanya HSV yang mau berangkat ke Malang, Dortmund atau Schalke 04 yang posisinya lebih tinggi pun, akan berfikir untuk datang. Difahami pula bahwa pihak promotor yang  mendatangkan klub asing, punya pandangan untung-rugi secara finansial jangka pendek maupun panjang. 


SSB Kurang Dana
Sebagai bangsa Indonesia, Sepakbolanda menilai alangkah baiknya kalau promotor juga memikirkan agar kehadiran HSV bukan saja sebagai tontonan menarik saja bagi publik Indonesia. Tetapi lebih penting lagi bagaimana uang yang berjumlah fantastis itu bisa dijadikan dana untuk perkembangan pendidikan sepakbola nasional. Saat ini banyak SSB daerah yang punya semangat tinggi tapi tidak jalan karena kurang dana.


Alangkah indahnya kalau TV, sponsor, promotor dan klub-klub Indonesia sendiri bisa menghasilkan uang banyak untuk pembinaan usia dini di seluruh Indonesia. 

Sepakbolanda melihat dari sisi positifnya, bahwa ajang sepakbola bisa menghasilkan pemasukan besar bagi klub. Sekarang tinggal pemerataannya yang diperlukan, ssb dan klub daerah diharapkan bisa memperoleh manfaatnya. 

Diperlukan regulasi yang baik oleh pengelola yang memikirkan bakat-bakat anak bangsa di seluruh pelosok Indonesia. Pemerintahan yang baik dan bijak, bisa merealisasikannya. 

Sepakbolanda sedang mengamati partai-partai dan caleg yang peduli akan pembibitan usia dini. Sudah ada beberapa tokoh yang berjanji memajukan sepakbola. Sekarang menanti yang lainnya.




Posting Komentar